Zohran Mamdani Menang Pemilu New York: “Kita Gulingkan Dinasti Politik”

Foto: Pidato perdana Zohran Mamdani usai terpilih sebagai Wali Kota New York. Sumber: (REUTERS/Jeenah Moon)

Samarinda, Kaltimedia.com – Zohran Mamdani resmi terpilih sebagai Wali Kota New York setelah unggul dalam pemilihan umum, pada Selasa (04/11/2025) malam waktu setempat.

Kemenangan kandidat Partai Demokrat berusia 34 tahun ini, mencatat sejarah baru sebagai wali kota Muslim pertama sekaligus termuda dalam sejarah Kota New York.

Berdasarkan hasil perhitungan The Associated Press (AP), Mamdani meraih 50,5 persen suara dari 85 persen suara yang masuk. Ia berhasil mengalahkan calon independen Andrew Cuomo dan kandidat Partai Republik Curtis Sliwa.

Dalam pidato kemenangannya di Brooklyn, Mamdani menegaskan bahwa kemenangannya mencerminkan kehendak warga yang ingin perubahan nyata.

“Kita telah menggulingkan sebuah dinasti politik,” ujarnya disambut sorak ribuan pendukung.

Ia menyebut, masyarakat New York sebagai bagian penting dari kemenangan itu. Mamdani mengucapkan terima kasih kepada masyarakat New York yang menurutnya telah bersama-sama mengukir sejarah baru.

“Masa depan New York City ada di tangan kita,” tambahnya.

Kemenangan Mamdani menandai babak baru politik Amerika Serikat, dengan meningkatnya representasi dan keberagaman di panggung kepemimpinan kota terbesar di negeri itu.

Dalam kampanyenya, Mamdani berjanji membangun pemerintahan yang berpihak pada kelas pekerja dan warga berpenghasilan menengah ke bawah.

Ia berkomitmen menjadikan New York sebagai kota ramah pekerja dengan sejumlah program sosial, seperti menggratiskan layanan bus publik mulai 2027, membekukan sewa apartemen bertarif stabil, dan memperluas hunian publik melalui pembentukan Badan Pengembangan Perumahan Sosial.

Selain itu, Mamdani berencana membuka toko kelontong milik pemerintah di kawasan non-komersial, memperluas program makan gratis di sekolah negeri, serta menyediakan layanan penitipan anak bagi keluarga pekerja.

Zohran Mamdani, pria kelahiran Uganda, 18 Oktober 1991, kini menjadi simbol perubahan politik di New York. Terpilihnya dia menutup era panjang dinasti politik dan menandai arah baru kepemimpinan kota yang lebih inklusif dan progresif. (AS)

Sumber: (reuters.com)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *