
BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Wahyullah Bandung, menegaskan pentingnya membangun keseimbangan antara pembentukan karakter kebangsaan dan penataan ruang kota yang berkelanjutan. Hal itu ia sampaikan usai mengikuti Rapat Paripurna ke-4 Masa Sidang I Tahun Sidang 2025/2026, Rabu (29/10/2025), di Ballroom Hotel Gran Senyiur Balikpapan.
Dalam rapat tersebut, DPRD membahas dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis, yakni Raperda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan serta Raperda Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Menurut Wahyullah, keduanya tidak hanya saling melengkapi, tetapi juga menjadi pijakan penting dalam membangun arah masa depan Balikpapan sebagai kota berkarakter dan berdaya saing.
“Pembentukan karakter kebangsaan harus berjalan seiring dengan pembangunan fisik kota. Kalau kita ingin Balikpapan maju, manusianya juga harus kuat dalam nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Wahyullah menilai, pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan memiliki peran strategis dalam memperkuat jati diri generasi muda, khususnya Gen Z dan Gen Alpha yang hidup di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi.
Sementara itu, Raperda tentang perumahan dan kawasan permukiman dinilai menjadi langkah konkret dalam mewujudkan lingkungan yang tertata, layak huni, dan mendukung tumbuhnya nilai sosial masyarakat.
“Kita masih menghadapi tantangan backlog perumahan dan sekitar 5.600 unit permukiman kumuh yang perlu dibenahi. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal membangun kesadaran masyarakat agar hidup bersih, tertib, dan harmonis,” jelasnya.
Dia menegaskan, pengembangan kawasan permukiman seharusnya menjadi ruang pembumian nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Dengan begitu, pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada penguatan karakter dan semangat kebangsaan warganya.
“Balikpapan harus siap sebagai beranda IKN, bukan sekadar kota modern, tetapi juga kota yang menjunjung tinggi nilai kebangsaan dan gotong royong,” tegasnya.
Wahyullah berharap kedua Raperda tersebut dapat segera disahkan dan diimplementasikan secara konsisten.
Menurutnya, sinergi antara pembangunan manusia dan tata ruang kota akan menjadi fondasi kuat bagi Balikpapan dalam menyongsong masa depan sebagai kota penopang utama Ibu Kota Nusantara. (Adv)



