Pemkot Samarinda Siapkan Revitalisasi Menyeluruh Pasar Segiri, Fokus pada Efisiensi dan Kenyamanan Pedagang

Pasar segiri Samarinda.

Samarinda, Kaltimedia.com – Setelah menuntaskan proyek renovasi Pasar Pagi yang kini memasuki tahap akhir dan ditarget rampung pada November, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera mengalihkan perhatian pada revitalisasi Pasar Segiri, pasar terbesar di Kalimantan Timur yang menjadi jantung distribusi kebutuhan pokok masyarakat.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menjelaskan bahwa perencanaan revitalisasi Pasar Segiri telah lama disusun dan kini tengah melewati tahap finalisasi oleh pihak konsultan. Ia menegaskan, pembenahan pasar ini sangat penting mengingat perannya sebagai pusat kegiatan ekonomi utama kota.

“Pasar Segiri ini menjadi urat nadi perekonomian Samarinda. Banyak pedagang grosir di sini yang menjual komoditas pokok seperti bawang, cabai, hingga beras untuk berbagai daerah sekitar,” ucap Marnabas.

Dalam rencana yang disusun, Pemkot memilih desain pasar dengan dua lantai. Keputusan ini diambil agar kegiatan bongkar muat barang, terutama bagi pedagang grosir bahan basah, tetap berjalan efisien.

“Kita batasi dua lantai saja. Kondisi dan karakter Pasar Segiri berbeda dengan Pasar Pagi. Aktivitas perdagangan di sini membutuhkan akses langsung ke kendaraan angkut,” jelasnya.

Pemkot juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk proyek ini, lebih rendah dari pengajuan awal sebesar Rp257 miliar. Penyesuaian dilakukan menyesuaikan desain dua lantai dan jumlah pedagang aktif yang kini mencapai sekitar 2.021 orang.

Selain desain dan anggaran, Marnabas menekankan pentingnya akurasi data pedagang guna menghindari permasalahan saat relokasi maupun penataan ulang.

“Pendataan harus akurat. Setiap pedagang akan dipetakan posisinya agar tidak terjadi tumpang tindih atau klaim sepihak nantinya,” tutur Marnabas.

Untuk menampung pedagang selama tahap konstruksi, Pemkot tengah mencari lokasi relokasi sementara. Salah satu lokasi yang kini dipertimbangkan adalah lahan eks Bandara Temindung. Menurut Marnabas, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah dilakukan agar lahan tersebut dapat dipinjamkan sementara waktu.

“Kami harap bisa menggunakan area eks Bandara Temindung selama satu tahun. Tempat itu yang paling sesuai karena luas dan mendukung aktivitas perdagangan barang basah,” ujarnya.

Melalui program ini, Pemkot Samarinda menargetkan Pasar Segiri dapat menjelma menjadi pasar yang lebih modern, bersih, dan tertata, tanpa menghambat kegiatan ekonomi ribuan pedagang yang menggantungkan hidup di sana. (AS)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *