
KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN – Sebagai upaya jangka panjang pemerintah kota dalam mengurangi risiko banjir di wilayah yang kerap tergenang, terutama di sepanjang Jalan MT Haryono dan kawasan Balikpapan Baru, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tengah menyiapkan pembangunan pintu air pengendali banjir di kawasan Bendungan Pengendali (Bendali) Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal bagian hulu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan, Rita, menyampaikan bahwa proyek strategis tersebut telah mendapatkan dukungan pendanaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) sebesar Rp90 miliar.
“Betul, pembangunan bendali di kawasan hulu DAS Ampal ini memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp90 miliar dari Kementerian PUPR,” ungkap Rita, Rabu (22/10/2025).
Ia menjelaskan, proyek tersebut akan difokuskan pada pembangunan bendungan pengendali lengkap dengan pintu air otomatis untuk mengatur debit air dari kawasan hulu sebelum dialirkan ke sungai utama. Lokasi pembangunan berada di belakang Pasar Segar, Balikpapan Baru, di atas lahan sekitar 10 hektare yang seluruhnya telah dibebaskan oleh Pemkot Balikpapan.
Menurutnya, wilayah DAS Ampal selama ini menjadi salah satu titik paling rawan banjir di Balikpapan. Setiap kali hujan dengan intensitas tinggi, air dari kawasan atas sering meluap hingga ke Jalan MT Haryono, menyebabkan genangan di badan jalan dan permukiman warga.
“Selama ini kami sudah melakukan pengerukan sementara untuk mengurangi genangan. Namun, pembangunan bendali permanen ini akan menjadi solusi jangka panjang agar pengendalian air lebih efektif,” ujarnya.
Rita menambahkan, bendali tersebut dirancang untuk menampung limpasan air hujan berlebih dan menyalurkannya secara bertahap ke hilir melalui sistem pintu air otomatis. Fungsinya mirip dengan Waduk Wonorejo di Surabaya, yang berperan mengatur debit air sebelum masuk ke sistem drainase kota yang kapasitasnya terbatas.
“DED (Desain Detail Engineering, red) sudah selesai. Kami hanya menunggu pencairan dana dari Kementerian PUPR. Setelah itu, pembangunan bisa segera dimulai,” tambahnya.
Pembangunan Bendali Ampal menjadi bagian dari program pengendalian banjir terpadu di Balikpapan, yang juga mencakup normalisasi saluran air, peningkatan kapasitas drainase utama, serta perbaikan aliran sekunder di sejumlah titik.
Langkah tersebut diambil untuk memperkuat fungsi kawasan resapan dan mencegah air hujan langsung mengalir menuju pusat kota.
“Pendekatan dari hulu ke hilir menjadi kunci utama. Tidak cukup hanya memperbesar drainase di bawah tanpa mengendalikan aliran air dari atas,” pungkas Rita.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan kesiapan desain teknis, Pemkot menargetkan pembangunan Bendali Ampal dapat dimulai dalam waktu dekat. Infrastruktur ini diharapkan menjadi solusi permanen dalam mengatasi genangan di kawasan MT Haryono, Gunung Malang, hingga Sungai Ampal, sekaligus memperbaiki tata kelola air di kawasan utara kota.
“Bendali Ampal akan menjadi infrastruktur utama pengendali air di kawasan hulu. Tujuannya agar air hujan tidak langsung mengalir ke wilayah padat penduduk,” ujarnya. (mang)





