
Samarinda, Kaltimedia.com – Minggu malam (10/8/2025), suasana di kawasan Pasar Segiri, salah satu pusat perdagangan terbesar di Samarinda, mendadak mencekam. Sekitar pukul 22.30 Wita, api berkobar di Jalan Pahlawan, RT 27, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, dan dengan cepat melahap tiga kios.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda tiba di lokasi tak lama setelah menerima laporan. Api berhasil dikendalikan pada pukul 23.20 Wita, kurang dari satu jam setelah kejadian, meski medan pemadaman cukup sulit.
Tiga Kios Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa
Kepala Disdamkar Samarinda, Hendra AH, melalui Info Taruna Samarinda (ITS), menyampaikan bahwa dua kios terbakar habis, sementara satu lainnya mengalami kerusakan sebagian. Seluruh kios dalam keadaan kosong saat kejadian, sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
“Api diperkirakan berasal dari korsleting listrik di salah satu kios. Namun penyebab pastinya masih diselidiki aparat kepolisian,” kata Hendra.
Medan Sulit, Material Mudah Terbakar
Upaya pemadaman dihadapkan pada bangunan kios yang sebagian besar terbuat dari kayu dan akses jalan yang sempit di sekitar area pasar. Kondisi ini membuat pergerakan armada dan selang pemadam cukup terhambat.
Meski demikian, koordinasi yang baik membuat proses pemadaman berlangsung cepat. Sebanyak 14 unit mobil pemadam dan 28 mesin portable dikerahkan, dibantu relawan dan tim pemadam swasta.
Penanganan insiden melibatkan berbagai pihak, mulai dari tim Disdamkar, relawan kota, EMT (Emergency Medical Team), hingga personel Polresta Samarinda, Polsek Samarinda Ulu, dan Satreskrim. Dukungan juga datang dari PLN untuk pemutusan aliran listrik, Dinas Perhubungan, Satlantas, Satpol PP, BPBD Kota dan Pemprov Kaltim, Orari, Tagana, Brimob, serta patroli Beat 110 yang membantu pengamanan lokasi.
Meski api berhasil dijinakkan, para pedagang tetap harus menanggung kerugian akibat kerusakan bangunan dan kemungkinan hilangnya barang dagangan. Hingga kini, pendataan kerugian masih dilakukan, sekaligus pembahasan kemungkinan bantuan bagi pedagang terdampak.
Kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya keamanan instalasi listrik di kawasan perdagangan padat. Pemerintah kota diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan memperbaiki infrastruktur untuk meminimalisir risiko terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. (Rfh)
Editor: Ang





