Kebakaran Hebat di Desa Tanah Periuk, Dua Rumah dan Sejumlah Kios Ludes Dilalap Api

Foto: Kebakaran di Desa Tanah Periuk, Kabupaten Paser. Sumber: Istimewa.
Foto: Kebakaran di Desa Tanah Periuk, Kabupaten Paser. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com — Kebakaran hebat terjadi di pemukiman padat penduduk di Jalan Negara, RT 01, Desa Tanah Periuk, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, pada Sabtu sore (2/8/2025) sekitar pukul 17.45 Wita. Peristiwa ini mengejutkan warga setempat dan menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah bangunan.

Menurut keterangan warga sekitar, api pertama kali muncul dari sebuah ruko kosong. Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu dan tiupan angin yang cukup kencang membuat api cepat membesar dan merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

Kebakaran tersebut menghanguskan dua rumah, satu kios laundry, enam kios burung, dan satu ruko dengan tujuh pintu. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Paser, Lukman Dharma, mengatakan bahwa pihaknya langsung menerima laporan dan bergerak cepat ke lokasi kejadian.

“Kami dapat informasi sekitar pukul 17.47 Wita dan langsung meluncur ke lokasi dengan dua regu tanggap wilayah, tiga unit tangki dari Mako Damkar, satu unit dari BPBD, dan tambahan armada dari kecamatan,” terang Lukman saat dikonfirmasi pada malam hari.

Saat petugas tiba di lokasi, api sudah melahap sebagian bangunan. Proses pendataan jumlah bangunan yang terdampak masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Lukman menambahkan, untuk mengantisipasi adanya korban, satu unit ambulans juga turut dikerahkan ke lokasi sebagai bentuk kesiapsiagaan.

“Ambulans kami siagakan untuk membantu warga yang mungkin terdampak asap atau mengalami luka. Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa dan kami harap memang tidak ada,” jelasnya.

Terkait kendaraan milik warga yang berada di sekitar lokasi, pihak Damkar belum mendapatkan laporan pasti apakah ada kendaraan yang ikut terbakar.

“Sampai saat ini belum ada informasi terkait motor atau mobil yang ikut terbakar. Dari pengamatan sementara, di lokasi tidak tampak kendaraan yang terbakar, semoga memang tidak ada,” ujarnya.

Proses pemadaman melibatkan tim gabungan dengan total 18 unit armada pemadam kebakaran. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 20.00 Wita.

Namun, petugas dihadapkan dengan sejumlah kendala selama proses pemadaman, di antaranya akses jalan yang sempit, banyaknya kendaraan warga yang parkir di sekitar lokasi, serta kondisi bangunan yang terbuat dari kayu sehingga mudah terbakar. Ditambah lagi dengan tiupan angin kencang yang mempercepat penyebaran api.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat. Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi dan kesiapan darurat kebakaran untuk mencegah kejadian serupa terulang. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *