
Samarinda – Kebijakan pengelolaan koperasi sekolah di Kota Samarinda kembali disorot.
Melalui Komisi IV DPRD Samarinda sejumlah temuan di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas jual beli seragam tanpa regulasi yang jelas justru menjadi beban tambahan bagi orang tua siswa.
DPRD Samarinda pun menilai perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap praktik ekonomi di lingkungan sekolah.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Abdul Muis, mengungkapkan bahwa harga seragam yang dijual koperasi sekolah bisa mencapai hampir Rp2 juta per siswa.
Hal ini disebutkanya sebagai bentuk kelalaian sistemik akibat lemahnya kontrol dari pemerintah daerah terhadap aktivitas unit usaha pendidikan.
“Jangan sampai inisiatif koperasi justru berubah menjadi tekanan ekonomi bagi masyarakat. Ini uang rakyat yang dikelola, bukan bisnis swasta,” tegasnya. Selasa (29/7/2025).
Selama ini disampaikannya, perhatian pemerintah terlalu terfokus pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), sementara persoalan-persoalan di dalam sekolah luput dari pengawasan.
Ironisnya, penjualan seragam oleh koperasi sekolah sudah berjalan, sementara pembahasan mengenai Standar Satuan Harga (SSH) baru dimulai. Kondisi ini, kata Muis, menunjukkan betapa lemahnya antisipasi kebijakan yang seharusnya bisa mencegah beban berlebih pada wali murid.
Ia juga menyoroti keterlibatan pegawai negeri dalam operasional koperasi sekolah. Menurutnya, koperasi dijalankan oleh pegawai yang digaji negara, namun orientasi bisnisnya belum tentu selaras dengan prinsip pelayanan publik.
“Kita tidak tahu koperasi itu menjalankan usaha apa saja. Perlu audit agar tidak ada praktik yang merugikan siswa dan orang tua,” ucapnya.
DPRD Samarinda mendorong pemerintah kota untuk segera memperjelas batasan operasional koperasi sekolah, termasuk menyusun kebijakan yang mencegah komersialisasi pendidikan secara terselubung.
Tanpa pengawasan yang ketat, Muis khawatir praktik seperti ini akan terus terjadi setiap tahun.
“Kalau tidak ada efek jera, praktik ini akan jadi budaya yang merugikan masyarakat,” pungkasnya. (Adv)



