
Balikpapan, Kaltimedia.com – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 di Kota Balikpapan berlangsung lancar dan sesuai jadwal. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik, saat ditemui pada Jumat (4/7/2025).
Tak hanya menyampaikan kabar baik terkait kelancaran proses PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), Irfan juga mengumumkan bahwa program pembagian seragam sekolah gratis untuk siswa baru SD dan SMP siap dilaksanakan begitu proses penempatan siswa selesai.
“Seragam nasional, batik, dan pramuka untuk siswa SD dan SMP sudah tersedia. Bahkan untuk anak-anak PAUD juga kami siapkan seragam batik,” kata Irfan.
Program seragam gratis ini menjadi angin segar bagi orang tua murid, terutama di tengah kebutuhan awal tahun ajaran yang cukup besar. Tahun ini, permintaan seragam diprediksi mengalami peningkatan sebesar 2 sampai 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam proses PPDB, Disdikbud Balikpapan juga menerapkan verifikasi ketat terhadap dokumen prestasi yang diajukan siswa pada jalur khusus. Piagam penghargaan yang disertakan dalam pendaftaran harus dibawa dalam bentuk asli saat verifikasi. Disdikbud melibatkan guru olahraga dalam proses ini, mengingat banyak prestasi yang berasal dari bidang keolahragaan.
“Guru-guru olahraga sangat mengenal anak-anak yang benar-benar berprestasi. Ini untuk memastikan tidak ada piagam abal-abal yang lolos,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa meski kasus pemalsuan dokumen sangat jarang ditemukan, pihaknya tetap waspada dan membuka ruang pelaporan bagi masyarakat jika menemukan indikasi kecurangan.
“Kalau ada yang nekat memalsukan piagam, laporkan saja. Kami pasti akan tindak tegas,” tegasnya.
Disdikbud juga tengah menyusun rencana standarisasi motif batik sekolah, sebagai langkah efisiensi dan identitas visual yang seragam antar satuan pendidikan. Irfan menyebut selama ini banyak motif batik sekolah yang berubah setiap tahunnya, sehingga sulit untuk dijadikan patokan jangka panjang.
“Ke depan, motif batik sekolah akan kami bakukan. Supaya lebih tertib dan efisien dari sisi anggaran dan distribusi,” tuturnya.
Terkait antrean dalam proses verifikasi dokumen yang sempat menjadi perhatian masyarakat, Irfan memastikan bahwa hal itu bukanlah hambatan, melainkan bagian dari prosedur yang telah diatur dengan sistem penjadwalan.
“Semua berjalan sesuai jadwal. Tidak perlu panik atau khawatir soal antrean. Itu sudah bagian dari proses,” ujarnya.
Dengan kesiapan yang matang dari sisi administratif hingga logistik, PPDB tahun ini di Balikpapan diharapkan dapat berjalan lebih baik dan adil bagi semua peserta. Pemerintah kota melalui Disdikbud berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan pendidikan, termasuk dalam aspek pemerataan fasilitas dasar bagi siswa baru. (Pcm)
Editor: Ang





