KONI Kaltim Hadiri Rakerkab KONI Kutai Barat, Bahas Pembentukan Pengurus Baru dan Evaluasi Cabor Aktif

Kutai Barat, Kaltimedia.com – Rombongan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Timur menghadiri secara langsung pelaksanaan Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Kutai Barat, yang digelar di Sendawar pada Selasa, 17 Juni 2025.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Umum KONI Kaltim sekaligus Ketua Caretaker KONI Kubar, Akhmad Albert, menegaskan bahwa kehadirannya di Kutai Barat bertujuan untuk mengawal proses pembentukan kepengurusan KONI Kubar yang definitif.

Albert mengungkapkan bahwa dari 54 cabang olahraga (cabor) yang terdaftar di KONI Kubar, hanya 34 yang masih aktif dan terverifikasi. Hal ini menjadi salah satu fokus utama dalam Rakerkab kali ini.

“Rapat kerja ini adalah bagian dari proses yang harus dilakukan sebelum musyawarah daerah. Dari 54 cabor yang tercatat, hanya 34 yang aktif dan terverifikasi. Ini akan menjadi dasar kita untuk menyusun kepengurusan KONI yang baru,” ujarnya dalam sambutan.

Albert menambahkan, potensi olahraga di Kutai Barat cukup besar. Menurutnya, jika dikelola secara serius dan berkesinambungan, maka daerah ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi olahraga di tingkat provinsi maupun nasional.

“Banyak cabor di Kubar yang bisa diandalkan. Jika dikelola oleh kepengurusan yang solid dan memiliki komitmen, maka potensi itu bisa dikembangkan untuk mendukung prestasi olahraga Kaltim,” lanjutnya.

Dalam forum Rakerkab ini, beberapa agenda penting dibahas, di antaranya verifikasi lanjutan terhadap cabor yang aktif maupun tidak aktif, pembentukan tim penjaringan dan penyaringan calon Ketua KONI Kubar, serta penetapan kriteria dan syarat pencalonan.

Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, yang turut hadir dalam kegiatan ini, memberikan apresiasi terhadap capaian prestasi olahraga Kutai Barat selama ini, terutama dalam ajang Porprov dan kontribusi di PON sebelumnya.

Namun, ia juga menekankan bahwa proses musyawarah harus berjalan sesuai dengan ketentuan AD/ART organisasi.

“Sesuai aturan, musyawarah tidak bisa langsung dilakukan hari ini. Harus ada tahapan penjaringan, minimal satu hari. Jadi kita sepakati prosesnya dulu melalui rapat kerja ini,” jelas Rusdiansyah.

Ia juga menegaskan pentingnya memilih figur yang memiliki semangat membangun olahraga secara berkelanjutan di Kutai Barat. Menurutnya, sinergi dan kerja sama menjadi kunci keberhasilan organisasi ke depan.

“Mari kita mulai bekerja sama dan sama-sama bekerja demi kemajuan olahraga prestasi di Kutai Barat,” tambahnya.

Menatap perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-8 yang akan digelar di Kabupaten Paser pada 2026 mendatang, Rusdiansyah menyampaikan peraturan penting mengenai mutasi atlet. Ia menegaskan bahwa mutasi atlet dari luar provinsi tidak diperbolehkan, sementara mutasi antar daerah dalam Provinsi Kaltim masih dimungkinkan dengan catatan harus mematuhi aturan dari masing-masing cabor.

Dengan digelarnya Rakerkab ini, diharapkan roda organisasi KONI Kutai Barat dapat segera berjalan kembali secara optimal, dan membawa dampak positif bagi pembinaan atlet serta peningkatan prestasi olahraga di wilayah tersebut. (Dy)

Editor : Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *