
Samarinda, Kaltimedia.com – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Squash tingkat junior tahun 2025 yang digelar oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Squash Indonesia (PSI) Kalimantan Timur resmi berakhir pada Minggu, 15 Juni 2025. Turnamen berlangsung di Lapangan Squash Komplek GOR Kadrie Oening, Samarinda, dan diikuti oleh sejumlah atlet muda dari berbagai kabupaten/kota.
Dalam ajang tersebut, kontingen Balikpapan sukses menjadi juara umum dengan perolehan 4 medali emas, 1 perak, dan 4 perunggu. Di posisi kedua, Samarinda mengumpulkan 3 emas, 3 perak, dan 4 perunggu, disusul Kukar di posisi ketiga dengan 2 emas, 5 perak, dan 6 perunggu.
Sekretaris Umum Pengprov PSI Kaltim, Vika Maizara, menyampaikan apresiasi atas semangat para atlet muda yang berlaga. Ia menilai, hasil Kejurprov ini mencerminkan kemajuan signifikan dalam pembinaan squash di tingkat daerah.
“Alhamdulillah, pembinaan squash di Kaltim makin berkembang, terutama di kelompok usia dini. Anak-anak usia 11 tahun bahkan yang lebih kecil sudah mulai banyak yang ikut,” ujar Vika pada Senin (16/6/2025).
Menurut Vika, kemajuan tersebut tidak lepas dari upaya serius Pengprov dalam membenahi struktur organisasi di tingkat kabupaten/kota (Pengcab). Pembinaan yang terstruktur mulai terlihat hasilnya di hampir semua daerah.
“Kami saat ini fokus pada penguatan organisasi di Pengcab. Kami turun langsung membenahi dan mendorong agar pembinaan atlet usia dini bisa berjalan dengan baik. Hasilnya, hampir seluruh daerah sudah memulai program pembinaan secara aktif,” jelasnya.
Ia juga menyoroti perkembangan menggembirakan dari Pengcab Penajam Paser Utara (PPU). Setelah digelarnya Muskab dan diterbitkannya SK kepengurusan, PPU langsung mengirimkan sekitar 10 atlet dalam kejurprov ini. Selain itu, lapangan squash yang lama tak terpakai di daerah tersebut kini mulai direvitalisasi berkat komitmen tinggi dari pengurus barunya.
“PPU jadi salah satu contoh yang menggembirakan. Baru saja selesai Muskab dan SK keluar, mereka sudah bisa mengirimkan atlet, dan lapangan yang sudah lama tidak difungsikan kini sedang dalam proses pembukaan kembali,” tambah Vika.
Perkembangan serupa juga terlihat di sejumlah daerah lainnya. Vika berharap, para atlet muda ini dapat menjadi regenerasi andal bagi atlet senior squash Kaltim yang berlaga di kancah nasional maupun internasional. (Dy)
Editor : Ang





