
SAMARINDA – Pengprov Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kaltim, menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) di Ruang Rapat KONI Kaltim, Samarinda, pada Sabtu (31/05/2025). Di mana rapat tersebut membahas agenda yang akan dijalankan selama Tahun 2025.
Wakil Ketua Pengprov IPSI Kaltim, Muslimin, menyampaikan pesan Ketua pengurus, Andi Harun, bahwa para pengurus cabang di kabupaten/kota dan perguruan se-Kaltim ini dapat memberikan saran dan masukkan kepada Penggprov.
Hal itu perlu dilakukan, sebab dalam sebuah organisasi perlu adanya peningkatan kualitas komunikasi, koordinasi dan konsolidasi organisasi.
“Kita ketahui pencak silat merupakan sebuah organisasi olahraga yang prestasinya tidak bisa dianggap enteng. Yang sudah memberikan kontribusi besar bagi Kaltim. Makanya Ketua IPSI Kaltim yang juga sebagai Wali Kota Samarinda, selalu memberikan apresiasi kepada kita semua. Bahkan beberapa waktu lalu kita sudah mencanangkan pemberian hadiah dan peraih emas kita berikan 350 juta,” ucap Muslimin menyampaikan pesan Ketua IPSI Kaltim.
Dengan capaian prestasi, Ketua IPSI Kaltim tidak segan untuk memberikan bonus kepada atletnya yang meraih medali emas. Oleh karena itu, di PON yang akan datang perlu melebih medali yang didapat pada PON yang lalu.
“Kita berharap, prestasi yang kita capai ini bisa terus kita pertahankan. Kalau kemarin (PON XXI/2024) bisa dapat 2 emas, mudah-mudahan yang akan datang bisa bertambah lagi emasnya. Paling tidak minimal 3 sampai 4 emas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menyambut hangat Rakerprov yang menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas prestasi kedepannya.
Ia menyampaikan bahwa, KONI Kaltim sudah melakukan evaluasi setelah bergulirnya PON di Aceh dan Sumut 2024 lalu.
“Saya juga menyampaikan terimakasih, dari 29 emas, 2 diantaranya sumbangsih dari IPSI Kaltim. 55 medali perak, 1 nya juga dari IPSI Kaltim. 69 perunggu, 2 nya juga dari IPSI Kaltim. Terima kasih,” ucap Rusdiansyah Aras dalam sambutannya.
Kemudian, dirinya menyampaikan rincian dari 47 cabor yang berhasil meraih medali di PON lalu, dan 18 cabor peraih medali emas, termasuk pencak silat, kini tersisa 7 cabor. Sedangkan 11 cabor tidak lagi dipertandingkan di PON yang akan datang di NTT dan NTB 2028.
Sehingga, dari jumlah 659 atlet yang bertanding, 344 atlet yang meraih medali itu diantaranya tersisa 20 persen atau tinggal 69 atlet lagi, dan ini berdasarkan Technical Handbook (THB) PON yang akan datang.
Untuk itu Ia berharap, pencak silat kembali meraih medali emas dan lebih dari yang lalu.
“Oleh karena itu melalui Raker ini saya berharap IPSI bisa menjadi ujung tombak Kaltim kedepan dan mudah-mudahan yang dibisikkan pak Muslimin bisa 3-4 emas ini bisa bisa kita raih tentunya dari IPSI Kaltim. Inilah harapan kita,” kata Rusdiansyah Aras.
Rakerprov ini juga sangat diharapkan untuk menyatukan visi misi cabor pencak silat di Benua Etam, guna suksesi menatap perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-8 yang akan terselenggara di Kabupaten Paser pada Tahun 2026 mendatang. (Dy)





