Cegah Inflasi Jelang Hari Besar Keagamaan, Pemkab PPU Terapkan Konsep 4K

Pj Bupati PPU Zainal Arifin disamping Sekda PPU Tohar pimpin rapat TPID. Rapat ini sebagai upaya jaga inflasi jelang Nataru. (Sumber foto: Humas Pemkab PPU)

PENAJAM – Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Muhammad Zainal Arifin membuka acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Penajam Paser Utara Tahun 2024, Rabu (11/12/2024).

Rapat ini untuk mengendalikan inflasi di PPU. Pemerintah sekaligus menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Muhammad Zainal Arifin menyampaikan bahwa, dalam kondisi ini, terdapat kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, dalam menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat.

Terdapat penerapan strategi untuk menekan inflasi. Strategi itu yakni konsep 4K. Empat konsep itu yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Cara ini dinilai sebagai kunci utama mengendalikan inflasi.

“Pengendalian inflasi membutuhkan sinergi yang erat antara seluruh tingkatan pemerintahan. Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan stabilitas harga di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks,” ungkap Zainal.

Ia mengingatkan bahwa TPID Kabupaten Penajam Paser Utara, yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 500/52/2023, memiliki tanggung jawab besar dalam mengendalikan inflasi.

Tugas-tugas strategis yang diemban TPID meliputi pengumpulan data harga kebutuhan pokok, penyusunan kebijakan pengendalian inflasi, penguatan sistem logistik, serta koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi di tingkat pusat dan provinsi.

“Saya meminta seluruh unsur TPID agar menjalankan tugas ini secara sungguh-sungguh dan konsisten. Persoalan inflasi akan menjadi prioritas saya selama bertugas di Kabupaten Penajam Paser Utara,” tegasnya.

Pada tahun 2024, Kabupaten Penajam Paser Utara ditetapkan sebagai Kabupaten Indeks Harga Konsumen (IHK), dengan capaian inflasi tahunan sebesar 0,90% hingga November 2024.

Peningkatan jumlah penduduk yang signifikan akibat kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) menambah tantangan dalam menjaga keseimbangan antara suplai dan permintaan pasar.

Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Natal dan Tahun Baru, Pj Bupati meminta seluruh pihak untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan bahan pokok, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa gangguan.

Muhammad Zainal Arifin juga mendorong peran aktif dari Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan dan Kantor Cabang Pembantu Bulog Tanah Grogot.

Sinergi dengan pihak-pihak tersebut dinilai krusial untuk menjaga stabilitas harga dan distribusi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Harapannya ini dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten PPU,” pungkasnya. (pry)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *