Ribuan Santri di PPU Ikut Upacara Peringati Hari Santri

Memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar upacara bersama ribuan santri asal Benuo Taka, semboyan PPU. Upacara dihelat di halaman Kantor Bupati PPU dan dipimpin Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin, Selasa (22/10/2024).

PENAJAM PASER UTARA – Memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar upacara bersama ribuan santri asal Benuo Taka, semboyan PPU. Upacara dihelat di halaman Kantor Bupati PPU dan dipimpin Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin, Selasa (22/10/2024).

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) PPU M Daud menerangkan, sebanyak 1.116 santri dan santriwati yang ikut dari empat kecamatan PPU.

“Hari Santri Nasional tahun ini yang paling meriah di PPU,” kata Daud.

Daud berharap, kemeriahan dan antusias para santri dapat kembali terulang di tahun depan. Sebab, upacara ini merupakan momen pertama kali digelar di halaman Pemkab PPU.

“Yang pastinya bisa didukung oleh pemerintah daerah.” sambungnya.

Dirinya menyebutkan, upacara dalam memperingati hari santri pada tahun – tahun sebelumnya juga rutin digelar. Hanya saja dilaksanakan sesederhana mungkin dan dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag).

Dalam kegiatan kali ini, Daud juga menyebutkan, upacara juga dirangkai dengan penyerahaan beberapa penghargaan kepada santri. Seperti penghargaan pidato keagamaan, lomba habsyi maulid Nabi Muhammad SAW, turnamen mini soccer dan turnamen bola voli.

“Selain juara I, II dan III, ada penghargaan the best goal, keeper terbaik, ada pemain terbaik,” ucapnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Pj Bupati PPU Muhammad Zainal Arifin menyampaikan pidato dari Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, bahwa Hari Santri merupakan waktu yang tepat untuk merenungkan kontribusi para santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Mengingatkan pentingnya menghargai jasa para santri yang berjuang melawan penjajahan.

“Kaum santri telah menjadi pilar dalam perlawanan, dengan peristiwa Resolusi Jihad sebagai salah satu tonggak sejarah. Pada 22 Oktober 1945, Hadratus Syekh Kiai Haji Hasyim Asyari memobilisasi umat untuk melawan penjajah, menekankan bahwa jihad merupakan kewajiban setiap Muslim,” ungkap Zainal.

Ia menekankan bahwa semangat yang ditunjukkan oleh para santri pada masa lalu harus terus dihidupkan oleh generasi sekarang. Zainal mengaitkan Resolusi Jihad dengan peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November.

Menurutnya, tanpa semangat Resolusi Jihad, perjuangan pada 10 November mungkin tidak akan terwujud. Melalui tema Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan, mengajak santri untuk berperan aktif dalam pembangunan masyarakat.

“Santri masa kini memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menjaga warisan nilai-nilai luhur, tetapi juga untuk berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih baik,” serunya. (Cps)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *