
Bantul – Skuad Borneo FC Samarinda telah gagal membawa poin penuh usai di tahan imbang tuan rumah PS Barito Putera dengan skor 1-1, dalam Derby Papadaan guliran kompetisi Liga 1 pekan ke-6, di Stadion Sultan Agung Bantul, pada Senin (23/09/2024) malam.
Awalnya Borneo semat ungguli klub berjuluk Laskar Antasari itu dibabak pertama melalui gol tendangan penalti Leo Gaucho. Namun sayang dibabak kedua tuan rumah memaksa Pesut Etam berbagi poin saat mengejar ketertinggalan dimenit ke-73 melalui Madinda.
Kendati demikian, hasil ini membuat tren positifnya terus berlanjut dengan 6 pertandingan tanpa kekalahan.
Kepala Pelatih Borneo FC Samarinda, Pieter Huistra, menerangkan bahwa pertandingan pekan ini cukup berat karena tuan rumah memiliki pertahanan yang kokoh dan membuat anak asuhnya cukup kewalahan, meski mampu mengusai permaian.
“Sejak awal, sudah jelas bahwa kami lebih menguasai bola, Barito mencoba bertahan dengan bagus, kami membuat beberapa peluang, kami mendapatkan penalti dan mendapatkan skor. Setelah itu, kami masih memiliki beberapa peluang bagus. Normalnya, kami bisa melesatkan gol, tetapi tidak,” ucap Pieter.
Dirinya pun mengaku kecewa dengan hasil imbang pekan ini karena banyak peluang yang gagal dimanfaatkan para penggawa Pesut Etam. Tetapi Ia merasa puas dan senang skema permainan anak asuhnya cukup apik, sesuai dengan apa yang diarahkannya dan pengaplikasian dari program latihan.
“Jika kamu tak bisa mencetak gol, maka ada kemungkinan di sepakbola bahwa dengan satu tendangan balasan kamu dan itu terjadi hari ini. Jadi, saya sedikit kecewa dengan hal itu. Saya tak kecewa tetapi puas dengan cara tim bermain, dengan cara mereka mencoba untuk bermain hari ini, dengan cara kami bermain di setiap pertandingan,” ujarnya.
Pelatih asal Belanda itu juga mengaku harus rela berbagi poin dengan Barito. Sehingga baginya ini menjadi pekan berat untuk meraih 3 poin.
“Jadi pertandingan kandang dan tandang tak berbeda banyak. Jadi, pada akhirnya saya rasa kami pantas untuk mencetak gol lebih banyak tetapi kami harus menerima hasil satu poin ini,” katanya.
Sementara itu salah satu pemain Borneo FC Samarinda, Muhammad Fajar Fathurrahman, mengungkapkan jika Derby Papadaan awal musim ini memang tidak bisa dianggap remeh karena bisa menciptakan gol melalui peluang yang minim.
Kendati demikian hasil ini dijadikan modal Pesut Etam untuk berbenah dan memberikan penampilan yang baik menatap laga selanjutnya.
“Dari saya, sangat luar biasa pertandingan malam hari ini. Dua tim memiliki beberapa peluang. Cuma akhirnya hasil akhir yang menentukan pertandingan ini. Saya harap dengan pelatih juga menyayangkan hasil pertandingan ini. Tapi kita melakukannya dengan baik dan berikutnya Insya Allah kita akan menampilkan yang terbaik lagi nanti di pertandingan berikutnya,” ujarnya Fajar. (Dy)





