Lima Kali Bela Indonesia di Sea Games, Bagong Bersyukur Diangkat Jadi ASN

Tiga atlet Gulat Kaltim, yakni Aliansyah, Suparmanto dan Ayu Ningtyas mendapatkan penghargaan langsung dari Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PB PGSI), berupa pengangkatan sebagai pegawai ASN di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, secara simbolis di Jakarta.

SAMARINDA – Belum lama ini tiga atlet Gulat Kaltim, yakni Aliansyah, Suparmanto dan Ayu Ningtyas mendapatkan penghargaan langsung dari Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PB PGSI), berupa pengangkatan sebagai pegawai ASN di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, secara simbolis di Jakarta.

Salah satu pegulat Kaltim yakni Aliansyah, menerangkan bahwa penghargaan tersebut memang merupakan janji dari Kemenpora, jika berhasil meraih medali di ajang Sea Games yang beberapa kali sudah terselenggara.

Apalagi dirinya sudah membela Indonesia di Sea Games sebanyak 5 kali, sehingga Aliansyah atau yang akrab di sapa Bagong itu mempertanyakan kepada Dito Ariotedjo sebagai Menpora, persoalan masa depannya. Lantaran dirinya masih menjadi seorang honorer di Samarinda.

Kemudian setelah pertanyaannya itu, Bagong disuruh datang ke Deputi Empat Kementrian bersama pelatihnya. Tidak lama setelah mendata nama-nama atlet, hingga akhirnya dibuatkan acara secara simbolis tersebut.

Atas pemberian tersebut, Bagong secara pribadi merasa bangga, meski ada rekannya yang belum seberuntung dirinya.

“Alhamdulillah bersyukur sekali sudah berapa puluh tahun jadi atlet akhirnya beberapa kali membela Indonesia akhirnya dapat jatah ini. Antara senang gak senang karena ada teman-teman yang dapat perak, cuma namanya kebijakannya juga saya gak bisa,” ucap Aliansyah.

Kendati demikian pemberian penghargaan sebagai pegawai Kemenpora ini sangat di syukurinya dengan merasa rendah hati, lantaranya terpilih melalui jalur prestasi yang Ia jalani beberapa tahun terakhir.

“Kalau saya senang juga terlalu riya untuk teman-teman yang lagi, tapi tetap bersyukur kalau buat diri sendiri ya bangga banget. Kapan lagi dapat kerjaan di pemerintahan yang susah jadi pegawai, kita dikasih jatah dengan jalur prestasi ya bersyukur sekali,” ujarnya.

Menurut Bagong, jika hanya berkutat sebagai honorer hanya membuat dirinya terbebani akan masa depan. Sebab tidak panjang karirnya dirinya sebagai atlet dan pasti akan pensiun, sehingga sebagai PNS ini sangat disyukurinya.

“Meskipun TNI/Polri buka untuk jalur atlet tapi untuk yang ASN gak ada dan akhirnya di buka dan kita yang dapat medali di Sea Games ada lah untuk masa depan, kalau kita honorer kan gak tau ni kapan kita dipecat. Kalau jadi PNS juga tenang dan fokus latihan lebih banyak,” katanya Bagong.

Lebih lanjut, pengargaan tersebut juga menjadi motivasi dirinya untuk menggantungkan medali emas kelima dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 di Aceh dan Sumut mendatang.

Selain itu Bagong juga mengajak rekan-rekannya yang lain untuk berfikir lebih luas, agar capaian prestasi di PON bisa dikembangkan hingga ajang tingkat dunia. Sebab baginta prestasi yang diraih akan membuahkan hasil yang manis kedepannya.

“Ini juga pemicu motivasi di PON dan saya tanamkan itu untuk teman-teman yang di PON. Kalau kalian mau dapat hasil seperti ini, harus emas di PON, terjun Sea Games dan emas di Sea Games. Kalau targetnya disini-sini aja maka gak bisa kalau mau panjang ya bisa berfikir panjang karena negara dan provinsi sudah mempersiapkan, tinggal kita berjuangnya gimana. Jangan mau jadi penonton harus jadi peserta,” ujar Bagong.

Mengenai SK kepengawaian di Kemenpora, Aliansyah belum mengetahui kepastian akan menjadi pegawai secara resmi. Namun dirinya tetap merasa bersyukur atas apa yang telah didapatkannya dan berterimakasih kepada pihak yang terkait, baik dari PGSI Kaltim, KONI Kaltim, Kemenpora, maupun hingga PB PGSI. (Dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *