Pemkab Kukar Buka Program “Satu Desa Satu Hafidz” dengan Fasilitas Menarik

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahriza.

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) kembali meluncurkan program “Satu Desa Satu Hafidz” sebagai langkah mencetak hafiz muda. Program ini adalah kolaborasi dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dan menawarkan fasilitas menarik kepada pesertanya.

Pendaftaran program ini pun resmi dibuka sejak 30 Oktober hingga 1 Desember 2023. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahriza, menyatakan jumlah peserta yang dibutuhkan sebanyak 50 orang yang akan tinggal di asrama selama setahun.

Ia juga membeberkan bahwa persyaratan yang harus dipenuhi calon hafidz cukup ketat.

“Harus berasal dari Kutai Kartanegara, lancar dalam membaca Al-Quran, berusia antara 17 – 30 tahun, tidak sedang menikah, tidak sedang bersekolah atau kuliah, dan mampu berkomitmen untuk mengikuti program serta aturan asrama selama setahun. Selain itu, para peserta harus berakhlak baik, tidak merokok, dan taat aturan,” Dendy menguraikan.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kukar juga memberikan fasilitas yang menggiurkan kepada para santri, termasuk uang saku bulanan sebesar Rp 950 ribu, makan tiga kali sehari, asrama ber-AC, layanan laundry, serta akses kesehatan. Para hafidz berprestasi juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan beasiswa kuliah di Penguruan Tinggi Ilmu Quran (PTIQ) dan Institut Ilmu Quran (IIQ) Jakarta.

Selain beasiswa kuliah, lulusan program ini juga mendapat dukungan untuk membuka Rumah Quran di wilayah mereka. Bagi yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, mereka dapat mengikuti seleksi Baitul Quran Idaman (BQI) dan menerima insentif bulanan sebesar satu juta rupiah.

Program “Satu Desa Satu Hafidz” ini telah memberikan dampak positif. Hal tersebut dibuktikan dengan sekitar 20 orang lulusan program ini yang telah membuka Rumah Quran di berbagai kecamatan.

“Alhamdulillah program ini sesuai harapan kita. Setiap safari subuh pak bupati itu, yang jadi imamnya santri lulusan 1 Desa 1 Hafidz dan jadi tausiahnya dari program Dai Masuk Desa,” katanya.

Kendati begitu, untuk daerah hulu, seperti Kecamatan Kembang Janggut dan Tabang, masih memerlukan lebih banyak partisipasi.

Dengan strategi baru ini, ia melanjutkan, Kesra berencana meminta surat pernyataan dari santri di daerah hulu yang bersedia ditempatkan di kecamatan tersebut, untuk memperluas cakupan program ini. Program “Satu Desa Satu Hafidz” diharapkan dapat memperkuat basis hafiz muda dan penghafal Al-Quran di Kutai Kartanegara, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat.

Dengan fasilitas menarik yang ditawarkan oleh Pemkab Kukar, ia berharap program ini semakin menarik bagi para pemuda yang ingin mengembangkan diri dalam bidang keagamaan dan pendidikan. (Adv)

Share

You may also like...

1 Response

  1. Salma Sa'diyyah berkata:

    Bagaimana jika mau bergabung ke kamonitas sadesa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *