KONI Kaltim Beri Laporan Sementara Hasil Pra-PON ke Gubernur

Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (KONI Kaltim), pada Senin (07/08/2023) siang bertemu dengan Gubernur Kaltim, Isran Noor, di Kantor Gubernur Provinsi Kaltim. Pertemuan Ketua Umum KONI Kaltim Rusdiansyah Aras itu membahas soal laporan sementara hasil babak kualifikasi PON (Pra PON) dan anggaran dalam persiapan kontingen menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 di Aceh dan Sumut mendatang.

SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (KONI Kaltim), pada Senin (07/08/2023) siang bertemu dengan Gubernur Kaltim, Isran Noor, di Kantor Gubernur Provinsi Kaltim. Pertemuan Ketua Umum KONI Kaltim Rusdiansyah Aras itu membahas soal laporan sementara hasil babak kualifikasi PON (Pra PON) dan anggaran dalam persiapan kontingen menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 di Aceh dan Sumut mendatang.

Ketua Harian KONI Kaltim, Husinsyah mengatakan jika Isran Noor sangat menyambut baik kedatangan KONI dan jajarannya dalam pelaporan tersebut. Gubernur pun disebutnya memberikan pesan untuk selalu memantau persiapan atlet untuk meraih hasil maksimal.

“Pak Gubernur menyambut baik hasil ini dan beliau berpesan untuk Pra PON dapat kawal dan diseriusi, supaya hasilnya baik lebih baik lagi. Karena cabor yang baru melaksanakan Pra PON kan baru sepertiga dari 65 cabor yang ada dan ini baru 20 cabor yang melaksanakan,” ucap Husinsyah.

Jelasnya lagi, jika pembahasan dalam pertemuan kali ini untuk meminta kehadiran Gubernur pada pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI dan pencanangan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-8 pada Tahun 2026 di Kabupaten Paser.

“Jadi pertemuan ke Gubernur, ada beberapa hal yang disampaikan Ketum KONI. Pertama melaporkan hasil Pra PON, kedua menyampaikan rencana untuk Rakerprov KONI rencana 20 September dan Gubernur kelihatannya bersedia untuk hadir, ketiga rencana pencanangan Porprov di Paser itu tanggal 30 September itu rencananya pak Gubernur bisa cuma masih menyesuaikan jadwal,” katanya.

Lebih lanjut, untuk anggaran Isran Noor berharap urusan tersebut bisa diselesaikan oleh KONI dengan baik.

“Keempat masalah anggaran. Alhamdulillah jadi anggaran Perubahan kita itu tidak bisa masuk di SIPD (Sistem Informasi Pembangunan Daerah), karena nggak bisa masuk sistemnya. Jadi menggunakan manual. Jadi saran pak Gubernur ini segera diselesaikan di Bappeda,” ujarnya.

Dari 20 cabor yang mengikuti Pra PON, dan Kaltim sudah meloloskan 12 cabor zona medali, 6 lolos non medali, dan 2 yang gagal melaju ke PON mendatang. Berdasarkan laporan per 4 Agustus 2023 ini, Kaltim menempati peringkat 6 nasional dengan mengoleksi 10 keping emas, 10 perak dan 15 perunggu.

Namun hasil tersebut jauh dari Jatim yang berada di peringkat 1 dengan torehan 75 emas, 55 perak dan 49 perunggu. Hanya saja saat ini menyisakan 45 cabor yang belum bertanding di Pra PON 2023. (Dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *