
BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan Taufik Qul Rahman menyebut pariwisata di Kota Balikpapan ini sangatlah minim. Padahal potensinya begitu besar. Berada di daerah pesisir mestinya Kota Minyak bisa menggali potensi pariwisata.
Tempat-tempat wisata yang selama ini beroperasi di Balikpapan cenderung dikelola penuh oleh pihak swasta. Hanya pantai Manggar saja yang menurutnya dikelola langsung oleh pemerintah kota Balikpapan.
Padahal menurut Taufik Balikpapan bisa mencontoh surganya tempat wisata, yakni Pulau Dewata Bali. Seperti di Kabupaten Badung, memiliki PAD 5,1 Triliunan terbesar dari sektor wisata.
Pemerintah Kabupaten Badung memberikan keleluasaan kepada para ketua adat yang mengelola daerah yang berpotensi wisata. Mereka diberikan dana hibah.
“Ketika itu dibentuk dengan keseriusan wisatawan dari mancanegara akan datang. Dan itu dilakukan langsung oleh Kepala Daerah kewenangan penuh sehingga dilakukan pengawasan dengan baik,” ujar Taufik.
Selain dari pantai, Balikpapan juga punya potensi wisata lainnya. Seperti Pasar Inpres Kebun Sayur yang menjadi pusat oleh-oleh di Kota Beriman. Hanya saja kondisi saat ini belum berjalan dengan baik.
“Kalau kepala daerah itu smart, dia akan mencontoh nenek moyang wisata yaitu Bali. Kita ini pintu gerbangnya ibu kota nusantara, tentunya devisa domestik saat ini yang akan menaruh bisnisnya di kota Balikpapan pasti banyak. Inovasi, kalau pemikiran kepala daerah pintar,” jelasnya.
Jadi menurutnya Balikpapan bisa meningkatkan PAD dari sektor pariwisata. Yang mesti dijalankan yakni menggerakkan kelompok sadar wisata atau Pokdarwis. (ADV)



