Produk Garam Desa Kersik Siap Bersaing, PemDes Butuh Tenaga Ahli untuk Tingkatkan Inovasi

Produk Garam Desa Kersik Siap Bersaing, PemDes Butuh Tenaga Ahli Untuk Tingkatkan Inovasi.

Kutai Kartanegara, Kaltimedia.com – Letak geografis yang berdekatan dengan laut, membuat warga Desa Kersik, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memanfaatkan secara maksimal kondisi tersebut untuk mencari pundi rupiah, dengan memproduksi garam dari air laut.

Kualitas garam yang dihasilkan dari produktifitas tersebut pun terbilang baik, dan mampu menjadi produk yang bersaing di pasaran. Akan tetapi, garam Desa Kersik belum dapat di pasarkan ke luar daerah, hanya dijual di wilayah sekitar desa.

Jumadi selaku Kepala Desa Kersik, menerangkan bahwa lantaran masih minimnya cakupan garam hasil desanya, sehingga belum bisa dipasarkan lebih luas, dan pemasarannya hanya sebatas masyarakat desa setempat yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti masak atau bahan utama ikan asin.

“Karena masih kecil cakupannya, jadi pendapatan untuk itu masih kecil. Jauh dari target,” kata Jumadi, Sabtu (3/6/2023).

Jumadi juga mengungkapkan, padahal sejauh ini produk garam Desa Kersik mampu untuk mendorong agar meningkatnya Pendapatan Asli Desa (PADes).

Pemerintah Desa (PemDes) Kersik pun berharap agar permintaan berupa bantuan tenaga ahli, dapat di penuhi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar agar para petani garam dapat berinovasi, dan garam yang dihasilkan pun semakin berkualitas.

“Sebenarnya kami butuh tenaga profesional untuk dapat membina para petani garam, kami butuh pelakunya itu untuk melakukan inovasi,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) sebenarnya telah memberikan bantuan kepada petani garam di Desa Kersik. Hanya saja bantuan yang diberikan tidak dibarengi tenaga ahli yang mendampingi, sehingga untuk pengembangan produksi para petani garam minim inovasi.

“Kami berharap semoga ada tenaga ahli yang siap membantu dalam pengembangannya,” paparnya.

Jumadi menyebutkan, beberapa waktu lalu para petani mampu memanen garam sebanyak 100 kilogram lebih.

“Itu juga di atas lahan baru yang digunakan oleh petani didukung dengan bantuan yang diberikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim),” pungkasnya.

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *