
Kutai Kartanegara, Kaltimedia.com – Jumlah produksi padi di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini mulai meroket, hal itu dipicu dengan adanya program Kukar Makmur Idaman dari “Kelompencapir Reborn”.
Bupati Kabupaten Kukar Edi Damansyah menyebutkan, pengembangan program tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan para petani, dan dilakukan di dua desa di Kecamatan Loa Kulu.
“Dua desa yang kita kembangkan, yaitu Desa Loh Sumber dan Sumber Sari,” katanya kepada awak media, Rabu (15/3/2022) pagi.
Kemudian, pihaknya juga telah menyediakan areal persawahan seluas 50 Ha, yang diklaim mampu meningkatkan produksi tanaman dan juga kualitas para petani, serta produksi sawah yang diharapkan semakin meningkat.
“Sebelum ada program ini, produksinya hanya 4,5 ton saja per ha nya, sedangkan dengan program Kukar Makmur Idaman, produksi bertambah 1 ton per ha,” ungkapnya.
Sebagai pendamping program, Pemkab Kukar menggandeng CV Atira Karya Permata. Kata Edi, pendampingan program sampai tingkat penjualan alias pemasaran.
Tujuannya agar beras Loh Sumber dan Sumber Sari bisa bersaing di pasaran. Ujung tombaknya adalah BUMDes.
“Kunci keberhasilan BUMDes ada di tangan Direktur dan Kadesnya,” pungkasnya.
Direktur BUMDes Sumber Purnama Loh Sumber, Sudarmadji menyebut, produk beras Sumber Sari sudah miliki izin edar. Saat ini, sudah tembus ke pasar Samarinda.
“BUMDes sudah punya alat pengering kapasitas 10 ton sehingga siap menampung gabah dari para petani,” pungkasnya. (Ang)





