Masih Banyak yang Menonton Tanpa Tiket, Borneo FC Samarinda Mengaku Rugi Ratusan Juta

Manager Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri.

SAMARINDA – Perhelatan Piala Presiden di Stadion Segiri Samarinda sebagai tuan rumah grup B dalam babak penyisihan grup, memang telah usai pada 28 Juni kemarin dan akan kembali bersiap untuk pertandingan 3 Juli 2022 nanti.

Sejak 14 Juni berjalan, managemen Klub Borneo FC Samarinda sebagai tuan rumah bersama panitia sudah menjual tiket secara online maupun offline untuk masyarakat yang hendak menyaksikan secara langsung di stadion.

Hanya saja mengenai tiket, Dandri Dauri sebagai Manager klub merasa kecewa, lantaran pemasukan tiket dan jumlah penonton di Stadion yang tidak singkron. Menurutnya ada indikasi kesengajaan oleh ‘oknum panitia’ untuk memasukan orang yang tidak memiliki tiket.

“Jujur kami dari manajemen terkejut karena ada oknum-oknum yang memang dari unsur panitia atau yang lain yang sengaja memasukan orang yang tidak bertiket. Ini bentuk yang saya fikir seharusnya tidak terjadi, bagaimana harapan saya diawal yang mengatakan bangga mengawal Borneo dan membesarkan Borneo bersama-sama salah satunya dengan membeli tiket,” terang Dandri kepada awak media, Rabu (29/06/2022).

Sebagai bentuk tegas dari managemen klub yang juga pembentuk tim panitia pelaksana Piala Presiden, dirinya akan segera membubarkan pantia, khususnya disektor yang bisa memasukan orang tak bertiket.

“Nah maka dari itu panitia kemungkinan akan saya bubarkan dan saya bentuk panitia baru terkhusus di sektor-sektor yang memang fatal,” tegas Dandri.

Lebih lanjut, Dandri juga menjelaskan jika tindak tegas ini akan terus dilakukan pihak managemen klub maupun panitia hingga pelaksanaan kompetisi Liga 1 musim depan. Karena menurutnya dengan slogan ‘Supan Kada Batiket’ ini akan terus dipasang didepan pintu masuk Stadion Segiri.

“Harus ada ketegasan dari manajemen kedepannya penyelenggaraan turnamen apapun apalagi liga 1 sudah harus di sterilkan dengan hal-hal seperti ini. Karena mengingat bangga menghidupi Borneo harus kita gaungkan apalagi dengan istilah ‘supan kada batiket’ yang terpasang itu saya harapkan itu menyadarkan dengan pembelian tiket bisa mengembangkan Borneo itu sendiri,” jelasnya.

Dengan adanya indikasi oknum yang memasukan orang tak bertiket ke stadion ini, Dandri mengatakan pihaknya merugi hingga ratusan juta. Sehingga atas kejadian tersebut, akan ada evaluasi menyeluruh dari panitia.

“Kalau kita tafsiran kita bisa sampai 100-150 juta. Makanya hal-hal ini jangan sampai terulang kembali. Saya juga menyesalkan apa yang terjadi dengan panitia. Makanya ketua panitia, sekertaris panitia, dan bendahara panitia akan saya panggil untuk mengevaluasi semuanya,” ungkap Dandri.

Kini pihak managemen klub pada 30 Juni akan membuka pembelian tiket 8 besar Piala Presiden, Borneo FC Samarinda berhadapan dengan PSM Makassar pada 3 Juli 2022 nanti secara online. Untuk pembelian tiket secara offline tidak ada lantaran kebijakan dari pusat.

Untuk harga sendiri, di kelas VIP dikenakan biaya Rp 150.000, sementara kelas ekonomi dikenakan Rp 65.000. (ren)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *