
KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mempersiapkan beasiswa bagi warga belajar Pendidikan Non Formal atau Program Kesetaraan Paket A, B dan C. Kabar tersebut, dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal dan Informal (PAUD dan PNFI), Pujianto.
Pujianto menjelaskan, pada tahun 2022 ini, beasiswa yang akan diberikan cukup besar dibandingkan pendidikan usia sekolah formal.
“Jadi para masyarakat yang mengambil paket A, B dan C pendidikan non formal kami siapkan beasiswa khusus usia sekolah dengan nominal Rp 1 juta. Sedangkan pendidikan usia sekolah formal Rp 650 ribu sampai Rp 750 ribu,” katanya, Sabtu (19/3/2022).
Dengan adanya program beasiswa tersebut, dirinya berharap kepada pihak pengelola Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dapat mensosialisasikan adanya SKB dan fungsinya. Sehingga masyarakat yang mengalami putus sekolah dapat kembali belajar melalui program Kesetaraan paket A, B dan C serta program pemberantasan buta aksara.
“Dengan melakukan pendataan dan pemetaan di seluruh wilayah Kukar, masyarakat yang putus sekolah dapat kita berikan layanan pendidikan, serta pendataan keaksaraan juga,” ucapnya.
Dihimpun dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) masyarakat yang mengalami putus sekolah pada tahun ajaran 2017/2018 sampai 2021/2022 sebanyak 4.152 orang, yang terdiri dari Sekolah Dasar (SD) 1.243 orang, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1.000 orang, Sekolah Menengah Atas (SMA) 999 orang, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 910 orang.
“Ini dilakukan dengan metode menjemput bola, mengecek berdasarkan By Name By Address. Kemudian didatangi dan membawa mereka ke lembaga kesetaraan untuk mendapatkan layanan pendidikan, sehingga hal ini mencari cara untuk pengentasan putus sekolah dan keaksaraan di Kukar dengan baik,” jelasnya. (Anggo)





