
SAMARINDA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda secara bertahap akan memindahkan aktivitas pembuangan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bukit Pinang ke TPA Sambutan. Hal ini juga pasca kejadian terbakarnya tumpukan sampah di TPA Bukit Pinang pada Februari lalu.
Kepala DLH Kota Samarinda, Nurrahmani mengatakan bahwa pihaknya sudah mulai memindahkan secara bertahap. Aktivitas sendiri sementara waktu dilakukan pada siang hari, dikarenakan akses jalan menuju TPA Sambutan belum selesai dan penerangan belum ada.
“Itu pun baru kendaraan jenis dump truck yang bisa akses ke sini. Karena untuk truk arm roll itu sangat peka, jadi kalau jalan nya tidak betul-betul bagus, bisa mengakibatkan kerusakan kendaraan. Untuk tahun ini diperubahan kita akan memasang road stud. Nanti setelah jalan sudah bagus, baru kita masukkan truk arm roll di sini. Tapi kita harus berprogres setiap hari, selalu ada perbaikan sampai pada posisi di mana pelan-pelan akan kita masukan dump truck satu per satu. Kalau misalkan lancar, baru bisa kita masukkan semua,” jelasnya, Jumat (04/3/2022) sore.
Tambahnya, dengan total luas lahan 30 hektare, hanya baru 5 hektare yang dibuka. Menurutnya 5 hektare itu kalau diprediksikan dengan sampah hemat bisa menampung sampah 5 hingga 7 tahun.
“Untuk TPA Bukit Pinang nantinya apabila semua aktivitas sudah pindah, maka disana akan kita tutup dan dijadikan RTH (Ruang Terbuka Hijau). Tapi sebelum RTH, TPA itu harus tetap dibolak-balik karena masih ada sampah lama, kita menghindari terbakar. Dan untuk posisi saat ini kita masih buka tutup. Kalau misalkan hujan maka kita balik ke sana,” serunya. (ADV)



