Derbi Kaltim Persiba Vs Mitra Kukar Jadi Penentu Nasib Tim

Persiba Balikpapan saat jalani latihan. (Persiba)

BALIKPAPAN – Meski bermain di kasta kedua sepak bola Indonesia. Laga-laga klub di Liga 2 masih menjadi pertandingan yang cukup menarik minat pecinta sepak bola tanah air.

Apalagi persaingan di Grup D Liga 2 tahun 2021 ini masih sangat sengit. Belum ada tim yang dipastikan lolos ke babak delapan besar.

Semua masih berpeluang, baik lolos atau terdegradasi ke Liga 3 musim depan. Hasil tersebut baru bisa diketahui pada laga terakhir.

Sesuai jadwal, laga terakhir akan digelar tanggal 1 dan 2 Desember 2021 mendatang. Dimulai derbi Kaltim antara Persiba Balikpapan dan Mitra Kukar pukul 16.15 Wita di Stadion Batakan.

Dilanjutkan Sulut United dan Kalteng Putra pukul 19.15 Wita. Besok harinya Persewar Waropen menghadapi PSBS Biak pukul 16.15 Wita.

Jelang laga penentu tersebut, Pelatih Persiba Balikpapan, Fakhri Husaini mengatakan jika penyelesaian akhir masih menjadi masalah internal timnya. Pasalnya, pemain sangat minim sekali mencetak gol.

Bahkan dalam empat laga yang sudah dilakoni pada putaran dua ini, Beruang Madu, hanya mencetak dua gol ke gawang PSBS Biak dan Sulut United.

Hal ini menjadi catatan bagi Fakhri, dan dirinya terus berusaha membenahi lini serang atau finishing meski dengan pemain yang sudah ada.

“Kami selalu mengevaluasi hasil pertandingan, terutama dengan finishing. Banyaknya peluang yang tidak bisa dimanfaatkan untuk menjadi gol, ini PR,” kata nya Minggu (28/11/2021) sore.

Bahkan Fakhri, yang juga mantan pelatih timnas U-16 itu, mempelajari dengan seksama permainan Naga Mekes nantinya. Apalagi melihat pada putaran pertama lalu, mereka berhasil menang 3-1 atas Persiba di Palangka Raya.

“Saya sudah melihat pertandingan mereka di putaran pertama, kita kalah 3-1. Saya melihatnya faktor kelengahan. Jadi kami harus mempersiapkan diri juga mengantisipasi kemungkinan yang akan dilakukan Mitra saat bertanding,” jelasnya.

Tentu saja melihat hitung-hitungan tersebut, Persiba wajib menang dalam laga terakhir ini. Jika kalah maka tim punya nilai historis panjang ini akan kembali gagal lolos ke babak delapan besar, untuk ke Liga 1.

“Tentu ini enggak boleh terjadi lagi, mereka harus benar-benar fokus, mengantisipasi semua situasi,” serunya. (pcm)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *