
SAMARINDA – Persoalan tambang ilegal di Kalimantan Timur masih belum bisa diselesaikan. Pasalnya ribuan eks lubang tambang yang ada di Kaltim sudah menelam 40 Korban jiwa.
Hal ini sempat membuat sejumlah pihak angkat suara. Seperti beberapa waktu lalu aksi solidaritas oleh Fraksi Rakyat Kaltim yang membuat piagam penghargaan yang menunjukkan Gubernur Kaltim, Isran Noor sebagai Gubernur paling ‘masa bodoh’ dengan kasus lubang tambang yang meresahkan masyarakat.
Terkait hal tersebut, anggota Komisi lll DPRD Samarinda, Markaca mengatakan apa yang terjadi saat ini ialah keresahan masyarakat akan eks lubang tambang yang dibiarkan.
“Apa yang menjadi tuntutan masyarakat saat ini saya anggap sah-sah saja karena masyarakat sudah menilai tidak ada tindakan tegas dari Gubernur Kaltim karena ini menyangkut nyawa orang,” ucapnya, Senin (15/11/2021).
Kata dia, ribuan lubang tambang yang di Kaltim sampai saat ini tidak ada perhatian khusus oleh Gubernur Kaltim. Menurutnya, lubang tambang ramai diperbincangkan, jika ada korban jiwa dulu, baru serius dibicarakan, selain itu tidak ada lagi kedengarannya.
“Percuma juga kami di DPRD Samarinda menyuarakan serta memberikan rekomendasi namun pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov Kaltim) tidak serius menangani hal tersebut yah percuma saja bohong,” serunya.
Tambahnya, saat ini masyarakat meminta pemimpin Kaltim lebih serius menangani persoalan eks lubang tambang itu. Markaca menyebut Gubernur jangan hanya pintar guyon namun harus juga pintar bekerja.
“Saya melihat Gubernur Kaltim ini lebih banyak guyonan namun tidak seimbang dengan kinerjanya, sudah saatnya kurangi guyonan tapi perbanyak kinerjanya,” ungkapnya.
Politikus Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa Komisi lll DPRD Samarinda terus melakukan hearing hingga meninjau langsung kelapangan serta pertemuan dengan sejumlah instansi terkait membahas persoalan tambang, namun Gubernur Kaltim tidak menganggap serius ini yang menjadi persoalan utama.
“Kami terus menyuarakan aspirasi masyarakat jika memang ada temuan kejahatan lingkungan dan kami langsung meninjau kelapangan, namun ini juga tidak ada keseriusan dari Isran Noor yah sama saja. Karena pimpinan Kaltim kita lah yang dapat memberikan ulitimatum keras kepada pemerintah pusat, dalam hal ini bapak Presiden,” jelasnya.
Markaca pun berharap, Gubernur untuk lebih serius dan tidak menganggap masalah itu sebagai hal sepele karena ini menyangkut korban jiwa yang terus bertambah setiap tahunnya.
“Kita berharap persoalan ini dapat terselesaikan dan pak Gubernur Kaltim lebih melek melihat persoalan jangan masa bodoh terus, jadi saya pikir yang masyarakat sampaikan terkait gubernur paling masa bodoh yang wajar karena itulah cerminan pemimpin kita saat ini,” tutupnya. (advertorial/im)
Editor: (dy)



