
Samarinda – Terhitung sejak tanggal 8 Juli 2021 kemarin, seluruh atlet maupun pelatih yang dipersiapkn untuk berlaga pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 tahun 2021 di Papua, sudah menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Sentralisasi KONI Kalimantan Timur (Kaltim), yang di bagi di beberapa daerah.
Diantaranya yakni Kota Samarinda ada 366 orang, Kukar 25 orang, Balikpapan 32 orang, Berau 20 orang dan diluar Kaltim ada sebanyak 24 orang.
Mengikuti 36 dari 37 Cabor yang dipertandingkan di Papua, Kaltim menurunkan sebanyak 369 atlet, 98 pelatih dan 16 official tehnik (oftek).
Wakil Ketua I KONI Kaltim yang juga merupakan sebagai Komandan Puslatda sentralisasi, Andi Harun mengatakan pada PON di Papua nanti, pihaknya optimistis untuk pertahankan gelar 5 besarnya seperti PON ke-19 di Jawa Barat tahun 2016 lalu.
“Target minimalnya mempertahankan prestasi di Jawa Barat. Tapi ini tantangan sangat besar, sangat berbeda di Jawa Barat. Karena ini baik secara geografis pelaksanaan PON nya di Papua. Apalagi venuenya itu terbagi di beberapa Provinsi, belum lagi fasilitas atlet yang ini juga harus tentu kita antisipas, sekaligus memberikan pemahaman kepada atlet dan pelatih,” terangnya Andi.
Mengenai Puslatda, Andi juga menjelaskan selama TC Sentralisasi ini, seluruh atlet sangat dijaga kesehatannya secara ketat, dan diharapkan untuk tidak melanggar aturan yang sudah diberlakukan.
Oleh karenanya, KONI memberikan suntik vaksin dan test swab terlebih dahulu kepada atlet sebelum masuk program, dengan tujuan terbebas dari paparan Virus Covid-19 yang kian mewabah di Tanah Air.
“Kita sangat ketat. Jadi sebelum mereka (atlet) masuk ke puslatda, mereka sudah divaksin 2 kali, kemudian mereka di swab PCR, kemudain interaksinya antar sesama atlet dan pelatih saja. Bahkan kerumahnya pun dilarang. Kemudian dilarang keluar dari area atlet, jadi aktifitas hanya dari tempat mereka istirahat ke venue latihan. Venue latihan juga di sterilisasi, hotel mereka nginap juga diberikan stadard ketat. Kemudian juga ada tim yang dibentuk oleh Pemkot Samarinda, yakni tim penanganan Covid-19,” jelasnya.
Selama menjalani Puslatda, Pemprov sangat mendukung, serta memberikan doa dan restu kepada pejuang olahraga Benua Etam, agar dapat menorehkan prestasi emas pada PON XX 2021 di Papua mendatang. (dy)
Editor: (dy)



