Harga Tanah Kawasan IKN Melonjak, Gubernur Kaltim Tanggapi Santai

Gubernur Kaltim Isran Noor. (hms Pemprov)

SAMARINDA – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tepatnya Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sudah dapat dipastikan akan menjadi Ibukota Negara (IKN) baru. Sehingga harga tanah dikawasan IKN tersebut mulai melonjak tajam dari harga normalnya. Bahkan ada isu jika tanah di perbatasan kawasan IKN dikuasai para spekulan tanah.

Mendengar hal tersebut Gubernur Kaltim Isran Noor menanggapi hal ini dengan santai. Menurutnya, jika tanah di perbatasan dikuasai atau dimiliki seseorang itu tidaklah menjadi masalah. Karena yang masalah itu adalah jika seseorang menguasai kawasan tanah yang menjadi patok IKN.

“Kenapa IKN? Iya tanahnya kiloan kah yang mana? Perbatasan tidak apa-apa biasa saja. Oh siapa namanya? jangan-jangan ini wartawan tidak apa-apa biasa itu tidak apa-apa ya,” ujar Isran Noor, Selasa (06/04/2021).

Sebelumnya Pemerintah Pusat terus berupaya memastikan pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) baru Republik Indonesia (RI) di Bumi Etam Kaltim betul-betul baik.

Seperti yang dikatakan Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Bappenas RI Arifin Rudiyanto, salah satunya termasuk pembangunan kawasan maupun penataan lahan di lokasi tersebut. Karena kawasan IKN di Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki kontur yang tidak rata, pemerintah punya cara untuk merekayasa daerah tersebut.

Sehingga dataran tersebut bisa diatur sesuai dengan kondisi pembangunan yang diinginkan pemerintah. Oleh karenanya, hingga saat ini pusat telah menerapkan pekerjaannya dengan proses Cut and Fill. Proses tersebut merupakan pengerjaan tanah diambil dari suatu tempat kemudian diurug atau ditimbun di tempat lain.

“Untuk pengembangan lahan di sini kita terapkan Cut and Fill. Artinya, jika memang ada lahan yang berlubang akibat apa saja, maka segera ditambal kembali atau lahan itu dihijaukan kembali,” ucapnya, melalui kutipan pemprov Kaltim, Minggu (04/03/2021).

Selain itu, Arifin Rudiyanto juga menjelaskan IKN dicita-citakan akan disulap menjadi kawasan yang hijau dan modern atau Green Smart City. Karena itu, lahan yang ada tetap dilestarikan. Termasuk ekosistem yang sudah ada. Kemudian keberadaan satwa-satwa yang ada di kawasan tetap dijaga.

“Pastinya, kehijauan di sini tetap dipertahankan. Tak mengganggu lahan konservasi dan pengembangan kawasan hijau sesuai geografis daerah. Sehingga cita-cita IKN Green Smart City terwujud,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Isran Noor menegaskan untuk pengembangan IKN dibangun waduk di sejumlah titik. Dengan tujuan mendukung ketersediaan air bersih IKN.

“Pembangunan rencana dilakukan pihak swasta. Semoga saja terwujud. Artinya, bukan kawasan hijau saja yang dibangun, tapi pendukung lainnya juga dibangun,” kata Isran Noor. (pry)

Editor: (dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *