Tetap Semangat Meski Medan Terjal, Gatotkoco : Kami Ikhlas dan Happy

Terjalnya Medan Tidak Surutkan Semangat Tim Rescue IOF Balikpapan dan Club Eksport Kirim Bantuan dan Evakuasi Korban Bencana Kalsel. (is)

BALIKPAPAN – Bencana banjir menimpa Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sejak pertengahan Januari lalu. Beberapa titik bahkan cukup terisolir yang mengakibatkan susahnya pendistribusian bantuan bagi korban bencana.

Relawan dan masyarakat pun bahu membahu dalam membantu korban bencana banjir. Tidak terkecuali Indonesian Off-Road Federation (IOF) Balikpapan, dari salah satu clubnya yaitu Export yang ikut turun dalam kegiatan rescue untuk pertama kalinya.

Dikatakan Gatotkoco yang juga ketua IOF Balikpapan, tim rescue turun ke Kalsel selama 4 hari. Disana, pihaknya membawa bantuan yang dikumpulkan dari para donatur, berupa bahan makanan, pakaian, obat, dan beberapa kebutuhan lainnya.

“Kegiatan pertama kali Rescue, IOF Balikpapan dari club Export di Kalsel, desa Hantakan dan beberapa desa serta RT yang cukup terisolir karena banjir. Musibah banjir ini jadi yang terbesar sepanjang tahun kebelakang. Kita 4 hari disana, Kamis (22/1) sore sampai Senin (25/1) malam, mengirimkan bantuan dari donatur,” jelasnya Rabu (24/1/2021).

Terjalnya medan menuju lokasi yang cukup terisolir. (is)

Menurutnya, selama turun ke lokasi bencana, banyak pembelajaran berharga yang didapat oleh timnya. Meski ada beberapa kendala untuk mencapai lokasi yang dituju, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri apalagi tujuannya adalah misi kemanusiaan.

“Banyak pelajaran yang sangat berharga dalam hal persiapan, maupun segi pelaksanaan butuh kekompakan dan kerja sama yang baik. Ya memang tepat menggunakan kendaraan offroad yang khusus. Semoga team export bisa lebih baik lagi dalam penanganan bencana,” ungkapnya.

Sebelumnya juga, pihaknya telah mengumpulkan donasi sekaligus ‘demo’ peralatan rescue yang juga didukung rekan-rekannya dari pengurus IOF. Donasi tersebut dibuka di kawasan Balikpapan Baru depan lokasi ATM.

Selain akses jalan yang ekstrem, pihaknya juga mengirimkan bantuan ke daerah yang tidak bisa dilalui kendaraan. (is)

“Seberapa pun kami terima. Bahkan, ada pemulung yang juga membantu. Luar biasa, bukan karena nilainya tapi keiklasannya. Allah mencatat seluruh bantuan yang kita himpun. Makanya, donasi itu langsung diserahkan lewat darat bersama tim rescue. Terimakasih atas keikhlasan para donatur semoga menjadi ladang amal bagi kita semua,” ucapnya.

Terjalnya medan

Menyisir lokasi bencana, rupanya bukan hal yang mudah. Hal itu lah yang diungkapkan Gatotkoco, yang menurutnya perlu persiapan ekstra untuk pergi kelokasi bencana.

Selain fisik, kesiapan kendaraan dan peralatan tentu harus dalam performa terbaik. Gatotkoco bersama rekan-rekannya dari Rescue IOF dan Export harus ‘berjibaku’.

Bahkan, diperjalanan pun mereka juga ikut membantu beberapa kendaraan yang terkendala melewati jalan yang terbilang culup ekstrem.

“Mobil kita pasang locker yang bekerja membagi tenaga roda kiri-kanan secara merata. Ibarat ‘cakar’, mampu melintas di medan yang terjal. Dan air yang deras. Piranti locker itulah kekuatan kita, sehingga dapat bekerja maksimal. Tak mungkin dilewati dengan mobil-mobil jenis biasa. Bahkan kita sempat membantu kendaraan lain yang amblas saat melewati medan terjal,” serunya.

Meski begitu, diakui Gatot dan timnya bahwa kegiatan rescue tersebut dilakukan tanpa beban, alias happy.

“Tujuannyakan membantu, jadi ikhlas. Anggap kaya kompetisi off-road. Alhamdulillah semua dijalani dengan rasa senang,” ceritanya.

Bantuan diberikan kepada korban bencana. (is)

Gatot pun menambahkan pihaknya tak menampik akan adanya bantuan kloter kedua nantinya untuk membantu korban bencana disana.

“Mungkin akan kesana lagi, masih kita bicarakan, karena memang disana masih snagat butuh bantuan. Tidak hanya berupa pakaian atau makanan, disana juga butuh peralatan masak atau material bangunan, seperti seng untuk membangun sementara tempat tinggal mereka. Kasih bantuan makanan tapi panci, wajan, kompor mereka gak ada kan susah juga,” katanya.

Tambahnya, Gatot juga berpesan bagi relawan atau masyarakat yang ingin ikut membantu kedaerah bencana, harus melihat kondisi kendaraan dan tubuh. Agar nantinya disana tidak terhambat dalam mengirimkan bantuan.

Bantuan diserahkan kepada korban bencana. (is)

“Sempat disana kita terjebak macet, antrian panjang sepanjang jalan yang rusak, karena beberapa kendaraan tidak cocok lewat daerah tersebut. Bahu-membahu kita disana. Artinya bagi relawan yang ingin mengirimkan bantuan atau turun ke lokasi bencana, persiapkan dari segi kendaraan, peralatan, dan yang terutama kondisi fisik. Semoga bersama dapat kita lalui bencana ini kedepannya,” harapnya. (ar)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *