
Perkembangan era digital sangat pesat di era disruptif teknologi, dimana digitalisasi berperan penting bagi perekonomian di Indonesia. Namun, Menurut data Kementerian Koperasi dan UMKM baru sekitar 13% usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang masuk kedalam sistem digitalisasi di Indonesia.
Kelurahan Karang rejo memiliki potensi di bidang perdagangan dan jasa, yang dapat terlihat dari banyaknya pedagang barang dan jasa terutama di bidang kuliner. Namun hanya sedikit UMKM di Kelurahan Karang Rejo tersebut yang memahami digital marketing dan penggunaan sosial media untuk mengembangkan bisnis.
Melihat isu ini, Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang tergabung dalam Kelompok 7 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) mengadakan program pelatihan untuk mengembangkan potensi perdagangan dengan kuliner yang terdapat di Kelurahan Karang Rejo melalui Pelatihan Digitalisasi/Go digital. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang penggunaan sosial media kekinian seperti instagram bisnis dan whatsapp bisnis serta bagaimana menggunakan social media tersebut untuk digital marketing kepada pelaku UMKM bidang kuliner di Kelurahan Karang Rejo tersebut.
Kelompok 7 KKN-T beranggotakan 6 (enam) mahasiswa yaitu Resse Aprillia, Revani Dwi Nadya, Herica Juliana, Gilang Aldiksa Mukti, M. Irfan Hawari dan Muhadi Adi Manyu yang berasal dari Program Studi Perencanaan Wilayah Kota dan Informatika ITK di bawah bimbingan dosen Teknik Elektro ITK, Happy Aprillia, S.ST., MT., M.Eng., Ph.D.
Kata “digitalisasi” mungkin sudah tidak asing lagi di telinga anda. Secara harafiah, digitalisasi berarti mengubah sesuatu menjadi digital alias memanfaatkan teknologi. Di dunia industri dan bisnis sendiri, kata digitalisasi sudah menjadi primadona dan belakangan ini sudah menjadi tren tersendiri Digitalisasi sudah dikenal sebagai salah satu metode untuk memangkas biaya operasional, tanpa mengorbankan kualitas produk/pelayanan atau bahkan malah meningkatkannya.
Digital marketing bisa dibilang merupakan salah satu inovasi yang cukup disruptif di dekade ini. Berkat kehadirannya, sekarang persaingan di pasar menjadi lebih sempurna dan tidak dikuasai oleh satu atau dua merk saja. Sebab usaha yang diperlukan untuk berpromosi sudah jauh lebih terjangkau.
Digital marketing memungkinkan pelaku usaha untuk berpromosi tanpa menguras budget. Di jaman dahulu, bisnis mungkin perlu ‘membakar’ modal sampai miliaran untuk beriklan. Itu pun hasilnya juga tidak bisa terukur secara akurat. Sejak kemunculan digital marketing, semua masalah itu bisa teratasi satu per satu.
Ada kesalahpahaman bahwa keberadaan social media paling penting dalam membangun online presence. Harus diakui, keberadaan social media memang penting, tetapi membuat akun di semua platform social media dan update status setiap saat malah menurunkan produktivitas yang bisa digunakan untuk hal lain.
Fokus saja pada platform sosmed yang digunakan mayoritas pelanggan Anda. Di platform social media manapun yang Anda gunakan, konten harus konsisten dengan brand Anda. Konsumen harus langsung tahu bahwa akun social media ini mewakili usaha Anda. Saat ini, media sosial bisa menjadi cara pemasaran produk secara online yang paling mudah dan gratis. Namun, potensinya sangat gemilang. Tidak percaya? coba saja.

Kegiatan Kegiatan KKN-T ini berlangsung dari tanggal 27 Februari 2021- tanggal 29 Mei 2021 yang dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu Survey UMKM, Pendataan UMKM, Pemetaan UMKM, Sosialisasi Pelatihan Digitalisasi, Pelatihan Digitalisasi dan Monitoring. Survey UMKM di Kelurahan Karang Rejo berlangsung selama 4 hari pada tanggal 27 dan 28 Februari dan 6 dan 7 Maret 2021. Didapatkan 34 UMKM yang sesuai dengan kriteria, yaitu UMKM Kuliner rumahan. Setelah dilakukan pendataan, terdapat 17 UMKM yang bersedia untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang kemudian dikelompokkan berdasarkan sosial media yang telah digunakan UMKM tersebut.
Untuk memberikan informasi terkait target pelatihan yang akan didapat pelaku UMKM, sosialisasi pelatihan Go Digital dilaksakan pada tanggal 3 April 2021. Disusul dengan pelaksanaan pelatihan Go Digital pada tanggal 18 April 2021. Namun, karena kondisi pandemi metode pelatihan dilakukan dengan cara mendatangi tempat UMKM dengan tetap melakukan protokol kesehatan. Pelatihan pada UMKM di Kelurahan Karang Rejo dibagi menjadi 2, yaitu pelatihan pengenalan sosial media yang isinya mengenai manfaat sosial media terhadap perkembangan bisnis di era digital dan pelatihan digital marketing yang isinya mengenai cara branding produk di sosial media dan beberapa teknik promosi yang efektif di sosial media.
Setelah melakukan pelatihan, kegiatan monitoring terhadap UMKM yang dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2021 selama 1 hari dalam seminggu dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan UMKM setelah mendapatkan pelatihan. Kegiatan Monitoring ini menghasilkan pendampingan peserta UMKM dalam melakukan rebranding produk dan pemanfaatan sosial media dengan jangkauan yang luas untuk menjual produk mereka.

Tercatat 2 (dua) pelaku UMKM di daerah Karang Rejo yang mengikuti program KKN-T ini, yaitu Kue Nyaman dan Rizhsa cake. Adapun hasil yang didapat adalah
1. Untuk Kue Nyaman, UMKM ini mendapatkan pelatihan digitalisasi/godigital dan rebranding produk dari semula mana Kedai Nyaman menjadi Kue Nyaman yang berfokusan menjual kue-kue kering dan snack ringan dan sekarang telah aktif menggunakan akun media sosial Instagram.
2. Untuk Rizhsa cake, UMKM ini mendapatkan pelatihan intensif terkait digital marketing menggunakan media facebook.
Dari kegiatan ini diharapkan agar masyarakat khususnya para pelaku UMKM di Kelurahan Karang rejo dapat dengan mandiri mengembangkan usaha mereka dengan mengikuti perkembangan era digital yaitu masyarakat dapat dengan mudah menggunakan media sosial sebagai media untuk mempromosikan/membranding produk dagangan mereka, serta diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat membantu perekonomian Kota Balikpapan dalam Sub Sektor UMKM.





