Harga TBS Sawit Paser Tembus Rp3.000 per Kilogram

Foto: Harga kenaikan sawit Rp 3.000. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Kabar baik datang bagi petani kelapa sawit di Kabupaten Paser. Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Paser mencatat harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pada Juni 2026 kembali menembus angka Rp3.000 per kilogram.
Kepala Disbunak Paser, Djoko Bawono, mengatakan capaian tersebut berdasarkan hasil pemantauan tim di sejumlah perusahaan kelapa sawit dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini dinilai cukup menggembirakan setelah harga sawit sebelumnya sempat turun hingga kisaran Rp1.800 per kilogram.
“Alhamdulillah ini harga sawit kami kan tim pemantau ke lapangan. Sudah melaksanakan pemantauan dua hari terakhir ke wilayah Kecamatan Kuaro, ke PT BWS, HSS, sama CBSS. Alhamdulillah di atas Rp3.000,” ujar Djoko.
Menurutnya, tren kenaikan harga TBS sawit memberikan harapan baru bagi petani yang selama beberapa bulan terakhir menghadapi fluktuasi harga di tingkat pabrik.
Meski sebagian besar perusahaan swasta telah membeli TBS di atas Rp3.000 per kilogram, Disbunak mencatat harga di PTPN masih berada di bawah angka tersebut.
Djoko menjelaskan harga pembelian TBS di PTPN saat ini berada pada kisaran Rp2.900 per kilogram. Namun demikian, pihaknya akan terus melakukan pemantauan untuk melihat perkembangan harga ke depan.
“Nah, di PTPN ini yang memang harganya belum menyentuh angka Rp3.000. Ya biasalah tidak semudah seperti perusahaan swasta. Mereka pada posisi Rp2.900,” katanya.
Ia menambahkan harga yang telah menembus Rp3.000 per kilogram tersebut berlaku di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS), bukan di tingkat loading ramp.
Djoko menerangkan harga di loading ramp umumnya lebih rendah sekitar Rp300 per kilogram dibandingkan harga di pabrik. Selisih tersebut dipengaruhi oleh biaya operasional dan distribusi yang harus ditanggung pengelola.
Meski begitu, Disbunak berharap tren kenaikan harga TBS sawit terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Paser.
“Ya kalau bisa Rp3.000 lebih lah. Biar petani kita juga sejahtera kan,” ujarnya.
Selain memantau harga secara berkala, Disbunak Paser juga terus mengawasi perkembangan pasar sawit agar petani dapat merasakan manfaat dari penguatan harga komoditas tersebut secara berkelanjutan. (Dy)
Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *