Diskominfostaper Paser Luncurkan Peta CCTV Publik, Warga Bisa Pantau Kondisi Wilayah Secara Real-Time

Gambar saat ini: Foto: Diskominfostaper Paser Luncurkan Peta CCTV Publik, Warga Bisa Pantau Kondisi Wilayah Secara Real-Time. Sumber: Istimewa.
Foto: Diskominfostaper Paser Luncurkan Peta CCTV Publik, Warga Bisa Pantau Kondisi Wilayah Secara Real-Time. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Diskominfostaper Kabupaten Paser menghadirkan inovasi baru berbasis digital melalui sistem pemantauan CCTV publik berbasis peta yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.

Program ini menjadi bagian dari pengembangan konsep “Smart Governance and Smart Living” di bawah kepemimpinan Fahmi Fadli dan Ikhwan Antasari.

Sejak Februari 2026, masyarakat tidak lagi hanya menyaksikan siaran CCTV secara pasif melalui YouTube, melainkan dapat memantau kondisi wilayah secara langsung melalui peta digital interaktif yang tersedia di laman resmi pemerintah daerah.

Kepala Diskominfostaper Paser, Arief Rahman, melalui Plt Kabid Aplikasi dan Informatika, Mulyadi, menjelaskan bahwa sistem baru ini dirancang agar lebih mudah digunakan oleh masyarakat.

Dengan pendekatan berbasis kewilayahan, titik CCTV kini ditampilkan dalam bentuk ikon pada peta digital. Pengguna cukup mengklik ikon tersebut untuk melihat tayangan langsung dari lokasi yang dipilih.

“Masyarakat kini bisa lebih cepat paham posisi geografis setiap kamera. Cukup klik ikon di peta, tampilan live streaming dari lokasi tersebut akan langsung muncul. Ini memudahkan jika ada kejadian spesifik yang ingin dipantau secara real-time,” ujar Mulyadi, Kamis (19/3/2026).

Saat ini, terdapat 35 titik CCTV yang telah terhubung ke pusat komando Diskominfostaper. Perangkat tersebut tidak seluruhnya berasal dari pemerintah daerah.

Sebagian merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, pengelola ruang publik seperti masjid, hingga masyarakat umum.

Model pengembangan ini mengadopsi konsep Smart City seperti yang diterapkan di Yogyakarta, dengan melibatkan pihak ketiga untuk memperluas jangkauan pengawasan tanpa membebani anggaran daerah.

“Kami membuka pintu seluas-luasnya bagi warga yang memiliki CCTV di area publik atau pinggir jalan dan bersedia dikoneksikan ke sistem kami. Ini adalah bentuk gotong-royong digital untuk keamanan bersama,” jelas Mulyadi.

Integrasi CCTV ini dinilai memberikan manfaat besar, terutama dalam mendukung keamanan wilayah. Rekaman kamera dapat menjadi alat bukti penting bagi kepolisian dalam mengungkap kasus, baik kecelakaan lalu lintas maupun tindak kriminal.

Dengan sistem ini, pemerintah berharap masyarakat dapat ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan melalui pemanfaatan teknologi digital secara bersama-sama. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *