
Paser, Kaltimedia.com — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melaporkan hingga Maret 2026 terdapat 126 kasus Campak yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di Kaltim.
Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Paser untuk memperkuat langkah pencegahan agar anak-anak di daerah tersebut terhindar dari penyakit menular tersebut.
Kepala Dinkes Paser, Amri Yulihardi, mengatakan upaya pencegahan dilakukan dengan meningkatkan pelayanan vaksinasi serta memperkuat peran fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Kalau antisipasi dari Dinas Kesehatan bahwa kami lebih kepada memperkuat terkait dengan upaya promotif dan preventif terutama dalam fasilitas layanan kesehatan primer, Puskesmas dan juga Pusban (Puskesmas Pembantu) yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di lapangan,” ujar Amri saat ditemui awak media, Senin (16/3/2026) siang.
Selain memperkuat vaksinasi, Dinkes Paser juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna mencegah penularan campak.
Menurut Amri, kebiasaan sederhana seperti rajin mencuci tangan yang pernah diterapkan saat pandemi COVID-19 juga tetap relevan untuk mencegah penyebaran penyakit menular.
“Karena tentunya ya penyakit campak ini lebih disebabkan oleh pola hidup dan gaya hidup masyarakat. Otomatis ya upaya sosialisasi bagaimana hidup bersih dan sehat, bagaimana ya seperti dalam penanganan Covid kemarin kita anjurkan untuk rajin mencuci tangan. Ini sangat penting sekali,” katanya.
Meski sejumlah wilayah di Kaltim telah melaporkan kasus campak, Dinkes Paser menyebut hingga saat ini belum ada laporan kasus yang masuk di wilayah tersebut.
“Tentunya ya kalau untuk sekarang sih untuk di Kabupaten Paser informasi yang saya ketahui saat ini masih belum masuk ya. Tapi kami tetap memonitor perkembangan dari Puskesmas-Puskesmas yang ada,” ucap Amri.
Namun demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala penyakit menular.
“Terkait dengan pelayanan apabila memang ada yang terindikasi atau terjangkit, kami menghimbau kepada masyarakat untuk segera ke Puskesmas terdekat untuk mendapat pelayanan kesehatan sehingga bisa kita lakukan upaya pengobatan dengan lebih intensif,” katanya.
Dinkes juga menilai penyebaran campak di sejumlah daerah masih dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi bagi anak.
Karena itu, masyarakat diharapkan terus menjaga pola hidup sehat sekaligus memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. (Dy)
Editor: Ang



