DKK Balikpapan Waspadai Ancaman Campak, Imbau Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan. (kaltimedia.com)

KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit campak, meskipun secara umum kondisi kesehatan warga selama bulan Ramadan terpantau stabil. Hingga awal Ramadan, belum ditemukan lonjakan signifikan angka kesakitan di Kota Balikpapan.

Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Alwiati, menyampaikan bahwa tren penyakit di wilayah tersebut masih dalam batas terkendali. Namun demikian, pihaknya menerima peringatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait peningkatan kasus campak di sejumlah daerah yang bahkan telah dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

“Secara umum angka kesakitan di Balikpapan selama Ramadan tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Namun kami menerima peringatan dari Kementerian Kesehatan terkait penyakit campak yang saat ini sudah menjadi wabah di beberapa daerah. Ini yang harus kita waspadai bersama,” ujar Alwiati, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, sebagai kota dengan mobilitas penduduk yang cukup tinggi, Balikpapan memiliki risiko tersendiri terhadap penularan penyakit menular dari luar daerah. Aktivitas keluar-masuk masyarakat untuk keperluan pekerjaan, pendidikan, maupun kegiatan ekonomi dinilai dapat memperbesar potensi transmisi penyakit, termasuk campak.

Karena itu, Dinkes Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih cermat memantau kondisi kesehatan anak-anak. Kelompok usia anak dinilai paling rentan terhadap infeksi campak apabila belum mendapatkan imunisasi secara lengkap sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan data Dinkes Kota Balikpapan, kasus campak di Balikpapan memang telah ditemukan, meskipun jumlahnya masih relatif terbatas. Hingga saat ini, kasus yang tercatat masih berada pada kisaran puluhan dan belum menunjukkan tren peningkatan tajam.

“Kasus campak memang sudah ditemukan di Balikpapan, tetapi jumlahnya masih puluhan, belum mencapai ratusan. Meski demikian, hal ini tetap harus menjadi perhatian bersama agar tidak berkembang lebih luas,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipatif, Dinkes Kota Balikpapan terus menggencarkan upaya pengendalian, salah satunya melalui program kejar imunisasi bagi anak-anak yang belum melengkapi vaksinasi dasar. Selain itu, petugas kesehatan juga melakukan penanganan dan pengobatan secara intensif terhadap warga yang terindikasi terpapar.

“Kami melaksanakan kejar imunisasi dan melakukan pengobatan secara masif kepada masyarakat yang terindikasi. Apabila ditemukan kasus di suatu lingkungan, tim kesehatan langsung turun untuk melakukan penanganan agar penularan dapat segera dikendalikan,” tambah Alwiati.

Ia menegaskan bahwa imunisasi memberikan perlindungan signifikan terhadap risiko keparahan penyakit. Anak yang telah menerima imunisasi lengkap umumnya memiliki daya tahan lebih baik. Kalaupun terinfeksi, gejala yang muncul cenderung lebih ringan dan tidak berkembang menjadi komplikasi serius.

“Imunisasi sangat penting. Anak yang sudah mendapatkan vaksin umumnya lebih terlindungi. Jika pun terinfeksi, gejalanya tidak sampai berat,” tegasnya.

Dinkes Kota Balikpapan juga mengimbau orang tua agar segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti demam tinggi disertai munculnya ruam kemerahan pada kulit. Deteksi dan penanganan dini dinilai menjadi kunci untuk mencegah penyebaran yang lebih luas di tengah masyarakat. (mang/Adv Diskominfo Balikpapan)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *