
KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN — Selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Balikpapan (BPBD) meningkatkan kegiatan sosialisasi dan patroli pencegahan kebakaran di sejumlah kawasan permukiman warga. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi dini guna menekan potensi kebakaran yang cenderung meningkat menjelang dan selama Ramadan.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan bahwa peningkatan aktivitas masyarakat pada bulan Ramadan perlu diantisipasi secara bersama-sama. Menurutnya, penggunaan peralatan memasak, instalasi listrik tambahan, serta aktivitas rumah tangga saat menyiapkan sahur dan berbuka puasa mengalami lonjakan signifikan dibandingkan hari biasa.
“Selama Ramadhan, intensitas penggunaan listrik dan peralatan memasak meningkat. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, memastikan instalasi listrik aman, serta tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala tanpa pengawasan,” ujar Usman Ali, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan, sebagian besar kasus kebakaran di wilayah permukiman padat disebabkan oleh kelalaian, terutama korsleting listrik dan kebocoran gas elpiji. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan.
Dalam pelaksanaannya, petugas BPBD berkeliling menggunakan kendaraan operasional sembari menyampaikan imbauan melalui pengeras suara. Selain itu, petugas juga berdialog langsung dengan warga untuk memberikan pemahaman singkat mengenai langkah-langkah mitigasi yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.
Masyarakat diingatkan agar rutin memeriksa kondisi kabel dan stopkontak guna mencegah korsleting listrik. Warga juga diminta tidak menumpuk colokan pada satu sumber daya listrik karena berisiko menimbulkan panas berlebih. Selain itu, kondisi kompor dan tabung gas harus dipastikan dalam keadaan baik dan layak pakai.
Tak hanya itu, warga dianjurkan tidak meninggalkan rumah dalam keadaan peralatan listrik masih menyala. Sebagai langkah antisipasi awal, masyarakat juga disarankan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) atau minimal ember berisi air untuk penanganan pertama apabila terjadi kebakaran.
Usman Ali menegaskan bahwa pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah musibah terjadi. “Jika masyarakat lebih peduli dan rutin melakukan pengecekan, potensi kebakaran bisa ditekan secara signifikan. Kami ingin Ramadhan tahun ini berjalan khusyuk dan aman. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
BPBD Kota Balikpapan memastikan kegiatan patroli dan sosialisasi akan terus dilaksanakan secara berkala sepanjang Ramadan 2026. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah tanpa gangguan bencana kebakaran. (mang/Adv Diskominfo Balikpapan)



