
Samarinda, Kaltimedia.com — Cabang olahraga pencak silat Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang PON Bela Diri 2025 yang berlangsung di Kudus, Jawa Tengah, Oktober lalu.
Meski hanya membawa pulang satu medali emas, torehan ini dinilai cukup positif oleh Wakil Ketua I Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kaltim, Ego Arifin, mengingat komposisi atlet yang diturunkan sebagian besar merupakan generasi muda.
“Usia atlet dibatasi antara 17 sampai 25 tahun. Kami memang memilih atlet di rentang usia tersebut karena mereka sedang disiapkan menuju level kedewasaan,” ujar Ego kepada awak media, Senin (3/11/2025).
Dari 10 atlet yang dikirim untuk 10 nomor tanding, sebagian besar masih berusia 17–18 tahun, sementara atlet tertua berusia 21 tahun, yakni Fitri, yang sukses mempersembahkan emas bagi Kaltim.
“Fitri satu-satunya atlet kategori dewasa di tim silat Kaltim. Yang lainnya masih di level pelajar atau junior,” tambahnya.
Ego menilai, peta kekuatan antarprovinsi pada PON Bela Diri edisi perdana ini cukup merata, sehingga persaingan berlangsung sangat ketat.
“Distribusi medali cukup tersebar. Tidak ada provinsi yang mendominasi. Paling banyak hanya dua emas, itu pun diraih tuan rumah Jawa Tengah,” terangnya.
Meski demikian, hasil tersebut menjadi bahan evaluasi berharga bagi IPSI Kaltim untuk menyiapkan generasi penerus yang lebih matang menuju PON XXII/2028 di Nusa Tenggara.
“Sebagian besar atlet kita berasal dari SKOI dan tahun ini akan tamat SMA. Mereka inilah yang disiapkan menjadi kekuatan utama Kaltim pada Babak Kualifikasi PON nanti,” ujarnya.
Ego optimistis, dengan pembinaan berkelanjutan dan kolaborasi antara atlet junior dan senior, Kaltim mampu tampil lebih kuat di ajang mendatang.
“Kita yakin pendekar-pendekar muda Benua Etam bisa bersaing dengan daerah lain. PON 2028 nanti akan jadi momentum kebangkitan pencak silat Kaltim,” pungkasnya. (Dy)
Editor: Ang



