
Paser, Kaltimedia.com – Sejak tahun 2005, Kamirin mengabdikan dirinya sebagai marbot di Masjid Nurul Huda, Desa Suliliran Baru, Kecamatan Pasir Belengkong, Kabupaten Paser. Selama dua puluh tahun, ia setia menjaga masjid, membersihkan setiap sudut, dan memastikan jamaah bisa beribadah dengan nyaman.
Tak pernah terbayangkan olehnya, suatu hari ia bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci. Namun, berkat program umroh gratis dari Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, impian itu akhirnya terwujud. Bersama 105 marbot lainnya dari Paser, Kamirin kini tengah berada di Makkah untuk menunaikan ibadah umroh.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah S.W.T dan berterima kasih kepada Pak Gubernur. Semoga kepedulian beliau dibalas oleh Allah,” ucap Kamirin dengan mata berkaca-kaca sebelum berangkat.
Meski disebut gratis, para marbot tetap menanggung beberapa biaya pribadi, seperti pembuatan paspor, suntik meningitis, hingga menjahit seragam rombongan. Totalnya sekitar Rp3 juta. Namun, bagi Kamirin, jumlah itu tak sebanding dengan kesempatan besar yang Allah hadirkan dalam hidupnya.
“Ini pertama kalinya saya berangkat ke Tanah Suci. Rasanya seperti mimpi, karena saya tidak pernah punya bayangan bisa sampai ke sana,” tambahnya penuh haru.
Program umroh gratis ini memang diperuntukkan bagi penjaga rumah ibadah dari berbagai agama di Kaltim. Bukan hanya marbot masjid, tetapi juga penjaga gereja, pura, dan vihara. Bagi Kamirin, hal ini menunjukkan bentuk kepedulian yang tulus dari pemerintah daerah kepada mereka yang sering luput dari perhatian.
Kesehariannya sebagai marbot bukanlah pekerjaan yang menjanjikan secara materi. Ia hanya menerima imbalan sekadarnya, kadang dalam bentuk uang infak, kadang pula berupa bantuan makanan dari warga sekitar. Namun, kecintaannya pada masjid dan keyakinan bahwa menjaga rumah Allah adalah ladang pahala, membuat Kamirin tetap bertahan.
Kini, saat ia menunaikan umroh, banyak jamaah dan warga desa yang merasa bangga. Mereka melepas kepergian Kamirin dengan doa, berharap perjalanannya lancar dan kembali membawa keberkahan bagi kampung halaman. Bagi masyarakat Desa Suliliran Baru, keberangkatan Kamirin bukan hanya kebahagiaan pribadi, tetapi juga kebanggaan bersama.
Program ini juga menghadirkan inspirasi bagi marbot lain yang masih bertugas. Mereka melihat bahwa pengabdian yang tulus bisa berbuah kesempatan yang tak ternilai. “Harapan saya, marbot-marbot yang lain, imam masjid, dan guru ngaji juga bisa mendapat kesempatan yang sama. Karena ini bukan sekadar perjalanan, tapi anugerah,” kata Kamirin.
Dengan penuh rasa syukur, Kamirin berharap kepedulian ini tidak berhenti di masa kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud saja. Baginya, program ini adalah bukti nyata bahwa perhatian kepada masyarakat kecil bisa diwujudkan dalam bentuk yang begitu bermakna. (Dy)
Editor: Ang



