Kepala Pemandu Bakat Simon Tahamata Kritisi Sikap Mees Hilgers yang Menolak Pemanggilan Timnas Indonesia

Bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers. Sumber foto: Instagram/@meeshilgers

JAKARTA – Kepala pemandu bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata mengkritik sikap Mees Hilgers yang batal ikut Timnas Indonesia di ajang FIFA Match Day. Kritikan Simon ke Mees ini jelas.

Sebab, ribuan bahkan jutaan pasang mata warga Indonesia akan menonton pertandingan Timnas di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya itu. Terlebih alasan Mees karena masih mencari klub baru di sisa bursa transfer itu seperti sinyal memprioritaskan klub ketimbang membela panji negara.

“Saya tidak tahu harus berkata apa. Anda bisa berteriak, Anda bisa marah. Tapi Anda tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, janji apa yang ada. Anda tidak mengetahuinya. Tapi Anda tahu, mereka punya hak. Saya rasa mereka punya hak untuk berteriak. Karena mereka membayar banyak uang. Pemain harus mengerti,” kata Simon.

Menurut Simon, seorang pesepakbola jika dipanggil untuk membela negaranya sebagai cara untuk meningkatkan semangat anak muda untuk bermain sepak bola.

Menurutnya, kehadiran ribuan suporter di stadion adalah bukti besarnya harapan yang dipikul para pemain. “Mereka dibayar karena orang datang ke stadion. Kalau tidak, akan sulit. Saya tahu itu karena kami adalah seniman. Karena ketika Anda bermain untuk Timnas di sini, ada 60.000 orang yang ingin melihat pertunjukan, mereka ingin menikmati. Setiap anak muda di sini ingin memasang nama di punggung seragam tim nasional. Mereka ingin melihat bagaimana tim berkembang. Mari kita berharap semuanya akan lebih baik,” terangnya.

Sebelumnya, keputusan Mees Hilgers untuk mundur dari panggilan Timnas Indonesia itu karena memilih fokus mengurus masa depannya di FC Twente ketimbang tampil di laga FIFA Matchday September 2025.

Bagi Hilgers, keputusan ini bukan yang pertama. November 2024 lalu, ia juga absen dengan alasan cedera. Namun, yang membuat publik heran, pemain berusia 24 tahun itu tetap bisa membela Twente di kompetisi domestik pada saat yang bersamaan. (pry)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *