Disdikbud Balikpapan Tetap Jalankan Ujian SD Secara Daring dan PTM

Ilustrasi penerapan pembelajaran tatap muka. (ilsutrasi)

BALIKPAPAN – Mengenai Sekolah Dasar (SD) negeri maupun swasta yang akan menggelar ujian sekolah pada Senin (24/05/2021) depan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Muhaimin, menjelaskan US tersebut nantinya akan tetal digelae secara daring, mengingat Covid-19 masih mewabah.

“Ujian sekolah SD akan dilaksanakan pada tanggal 24-31 Mei 2021. Pelaksanaannya dilakukan secara daring,” ucapnya, Rabu (19/05/2021).

Namun dalam ujian itu, bagi para siswa yang terkendala atau kesulitan dalam menyiapkan perangkat pendukung untuk ujian daring diperbolehkan mengikuti ujian secara langsung atau tatap muka.

“Bagi bapak ibu yang memang sangat kesulitan dan tidak memiliki perangkat untuk melaksanakan secara daring, dapat dilakukan secara langsung atau tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat di sekolah,” ungkapnya.

Pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) kenaikan kelas, Muhaimin menjelaskan untuk SD kelas satu, dua dan tiga yang akan dimulai pada awal Juni nanti akan dilaksanakan secara tatap muka. Tetapi bagi para orang tua yang masih ingin melakukan secara daring, sekolah juga dipastikan tetap memfasilitasinya.

“Penilaian akhir tahun untuk kelas tujuh dan delapan tingkat SMP juga akan dilaksanakan secara tatap muka. Dan, bagi orang tua yang mengingkan daring tetap difasilitasi,” jelasnya.

Muhaimin sebelumnya juga sudah memastikan jika pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ini, akan tetap dilakukan sesuai dengan rencana. Yakni dimulai awal bulan Juli 2021 ini.

“Tidak ada perubahan. Sampai sekarang kita masih menyesuaikan jadwal di Juli,” tutur Muhaimin beberapa waktu lalu.

Nantinya, akan dilakukan uji coba pada saat kegiatan penilaian akhir tahun untuk SD kelas lima dan SMP kelas tujuh serta delapan. “Ada uji coba dulu,” sebutnya.

Dalam pelaksanaannya, para orang tua peserta didik juga diberikan pilihan untuk mengikuti PTM. Jika tidak setuju, maka akan diberikan pelayanan lewat daring seperti yang sekarang ini dilakukan.

“Kita akan sebarkan angket lagi ke setiap orang tua. Kalau tetap mau daring tidak mau PTM kita layani dengan daring. Semua sekolah sudah kita sampaikan seperti itu. Jadi, tidak ada paksaan atau tidak wajib,” ujarnya.

Mengenai Gubernur Kaltim Isran Noor yang meminta agar kabupaten dan kota di Kaltim tidak buru-buru menggelar PTM, Muhaimin menyebut jika yang dimaksud mungkin lebih kepada kehati-hatian.

“Mungkin maksudnya seperti itu. Makanya tetap kita minta rekomendasi gugus tugas. Tentunya dengan melihat perkembangan kasus Covid-19,” tandasnya. (pcm)

Editor: (dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *