Pendistribusian Jadi Catatan Awal Program Makan Bergizi Gratis di Paser

Foto: Kepala Sekolah SMPN 2 Tanah Grogot, Yuli Warto. Sumber: Istimewa.
Foto: Kepala Sekolah SMPN 2 Tanah Grogot, Yuli Warto. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu dari Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, mulai dijalankan di Kabupaten Paser sejak 19 Agustus 2025. Pelaksanaan perdana berlangsung di SMP Negeri 2 Tanah Grogot, dan sejauh ini siswa merasa senang dengan menu makan siang yang disajikan.

Namun, di balik antusiasme tersebut, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama terkait pendistribusian makanan. Kepala Sekolah SMPN 2 Tanah Grogot, Yuli Warto, menyebut bahwa waktu pembagian dan pengembalian tempat makan masih terasa kurang ideal.

“Sekolah kami cukup luas, jumlah siswa juga banyak, sehingga proses distribusi memakan waktu. Apalagi pengembalian wadah makan harus pukul 12.30 Wita, padahal jam istirahat baru dimulai pukul 12.00. Anak-anak jadi terburu-buru,” jelasnya.

Menurut Warto, rencana awal makanan tiba di sekolah pukul 11.00. Namun dalam praktiknya, sempat terjadi keterlambatan sehingga pembagian berlangsung di tengah jam pembelajaran. Karena itu, ia mengusulkan agar distribusi bisa dilakukan tepat pukul 12.00, bersamaan dengan jam istirahat siswa.

“Idealnya makanan datang jam 11, jadi jam 12 sudah bisa langsung disantap. Anak-anak diberi waktu cukup, dan pengembalian wadah sebaiknya diperpanjang hingga pukul 13.00 agar tidak terburu-buru,” tambahnya.

Meski demikian, Warto menilai secara umum program MBG sudah berjalan baik. Menu yang disajikan cukup lengkap, mulai dari sumber protein, karbohidrat, hingga buah-buahan. Hal ini sesuai dengan tujuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar.

“Harapan kami, kegiatan ini terus berkelanjutan sesuai tujuan awal. Tinggal masalah teknis waktu saja yang harus dievaluasi agar pembelajaran dan jam bermain anak tidak terganggu,” pungkasnya.

Sebagai program baru, pelaksanaan MBG di Tanah Grogot memang masih dalam tahap penyesuaian. Evaluasi seperti ini diharapkan dapat memperbaiki sistem pendistribusian, sehingga manfaat program benar-benar dirasakan maksimal oleh para pelajar di Paser. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *