DPRD Kaltim Dorong Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal untuk Wujudkan Kemandirian Kaltim

Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan. Sumber: Rfh.

Samarinda, Kaltimedia.com – Kalimantan Timur dikenal sebagai salah satu daerah terkaya di Indonesia berkat sumber daya alamnya mulai dari tambang, migas, hingga hasil hutan.

Menurut Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan, potensi melimpah ini belum menjamin kemajuan daerah jika tidak diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Agusriansyah menekankan, pendidikan yang berlandaskan karakter dan kearifan lokal menjadi kunci bagi Kaltim untuk membangun kekuatan dari dalam.

“Kalau kita mau Kaltim maju, pendidikan harus sesuai dengan jiwa dan kekayaan budaya daerah ini,” ujarnya, Jumat (15/8/2025).

Politisi PKS itu menilai, sistem pendidikan yang masih cenderung seragam secara nasional sering kali mengabaikan kebutuhan riil di daerah.

Padahal, setiap wilayah memiliki kekhasan budaya, potensi ekonomi, dan karakter masyarakat yang berbeda.

Kondisi tersebut, menurutnya, membuat daerah seperti Kaltim meski kaya sumber daya alam masih tertinggal dalam daya saing dan kualitas SDM.

Agusriansyah mendorong penerapan model pendidikan kontekstual yang mengintegrasikan potensi unggulan daerah, mengangkat tradisi lokal, serta menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja di Kaltim.

Ia memberi contoh, pelatihan berbasis sektor unggulan daerah, penguasaan keterampilan praktis, dan inovasi dari komunitas lokal dapat melahirkan lulusan yang mampu berkompetisi di tingkat lokal maupun nasional.

“Pendidikan itu bukan sekadar melestarikan budaya, tapi membentuk generasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah,” tambahnya.

Selain itu, ia meminta pemerintah pusat memberi keleluasaan lebih besar bagi daerah untuk menentukan arah pendidikannya sendiri.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan komunitas lokal akan menciptakan sistem pembelajaran yang relevan dan membumi.

“Pendidikan harus jadi alat perubahan dan kemandirian. Kita tidak bisa terus menyalin kebijakan dari pusat. Kaltim perlu identitas dan strategi pendidikannya sendiri,” pungkasnya. (Rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *