Pembuktian Cricket Balikpapan Masuk Zona Medali, Meski Dicoret dari Kontingen dan Tanpa Pembiayan Pemkot

Tim Cricket Balikpapan berhasil meraih 4 medali perunggu dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII/2022.

BERAU – Dengan membawa sebanyak 26 atlet putra dan putri, tim Cricket Balikpapan berhasil meraih 4 medali perunggu dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII/2022, yang bergulir di Kabupaten Berau. Meski hanya perunggu, namun perjuangan skuad dari kota Beriman ini cukup layak diapresiasi.

Lantaran bertanding menuju Berau menggunakan jalur darat dari Balikpapan dan menggunakan dana mandiri. Dimana untuk Cricket sendiri terpaksa dicoret dari kontingennya.

Pelatih Cricket Balikpapan, Moeso Novianto mengaku cukup bangga dan bersyukur atas capaian yang sudah diraih oleh timnya saat ini, walaupun harus mengeluarkan uang dari masing-masing kantong pribadi.

“Alhamdulillah kita syukuri walaupun kita berangkat secara mandiri yang perlu disyukuri adalah kita terdaftar dari PB Porprov. Meskipun kita di coret dari kontingen Balikpapan yang menurut saya legal standingnya juga kurang jelas,” ungkap Moeso, Selasa (06/12/2022) sore kemarin.

Wali Kota Balikpapan sebelum bergulirnya Porprov sudah meminta kepada kontingen dari setiap cabor untuk menyumbangkan medali. Sementara yang tidak masuk dalam zona medali, dicoret dari kontingen, salah satunya Cricket.

“Dengan dasar ini, kami kan yang diminta Wali Kota itu zona medali tidak harus ada sertifikat sebelumnya. Maka kami berangkat untuk menunjukan kami tetap masuk zona medali dan kami juga kesini dengan lewat darat mandiri, yang sebagian dibantu KONI dan teman-teman yang lain,” jelasnya.

Moeso sendiri menjelaskan perjuangan timnya selama di Berau sangatlah mandiri, jika dibandingkan dengan kontingen lain yang setiap harinya mendapatkan makanan kotak yang disediakan oleh PB Porprov. Bahkan pihaknya mengontrak rumah dua lantai sekitar venue pertandingan, untuk atlet putra dan putrinya beristirahat.

“Kita masak sendiri dan teman-teman dirasa gak maksimal karena harus ke pasar dulu, masak sendiri sebelum mereka bertanding, mereka menyiapkan makanan buat mereka sendiri tapi tidak apa-apa karena kita bisa buktikan dapat perunggu itu juga medali,” jelas Moeso.

Oleh karenanya, Moese bersama rekan pelatih Cricket Balikpapan, akan segera melakukan gugatan untuk mempertanyakan legal standing timnya. Menurutnya, keputusan timnya di coret menjelang keberangkatan merupakan hal yang sangat buruk bagi cabor Cricket.

“Dengan ini rencananya kami akan melakukan gugatan entah ke Ombudsman atau Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Rencananya kami akan menggugat hasil keputusan kontingen Balikpapan karena saya mau mempertanyakan legal standing kami di coret di detik terakhir. Ini juga namanya membunuh Cricket pelan-pelan. Makanya kami ngotot untuk bertarung disini membuktikan kami juga bisa medali,” jelasnya lagi.

“Kalau sekarang cuma bisa perunggu karena kita lewat jalur darat terus juga kami tidur berdesakan di lantai. Sekarang atlet mana yang bisa konsen dengan tugas demikian tapi gak ngeluh dan kami tunjukan. Kalau kita dibiayai pemerintah insya Allah kita bisa emas karena memang fokus,” tambahnya.

Moeso kembali menegaskan, dari perolehan medali untuk kota Balikpapan, atletnya perlu mendapatkan hak yang sama seperti atlet-atlet Balikpapan, yang bertanding di ajang Porprov Berau.

“Dengan perolehan ini kami akan melakukan gugatan supaya kontingen Cricket ini dimasukin kontingen juga, agar hak-hak mereka terpenuhi. Biarpun tidak terpenuhi, tapi harus ada bonus untuk mereka. Mau gak mau, perolehan kami juga tercatat di Kota Balikpapan,” serunya.

Dari hasil final cabor Cricket pada Porprov Kaltim VII/2022 di Kabupaten Berau, yakni:

Samarinda keluar sebagai juara umum dengan perolehan 3 emas dan 3 perunggu. Kutai Timur diposisi kedua dengan perolehan 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Berau di posisi tiga dengan 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Balikpapan di posisi empat dengan 4 perungu, Kukar 4 perunggu, sementara Bontang 2 perunggu. (ren)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *