Sebelum Berangkat Wisata Religi, Kemenag Paser Fasilitasi Pembuatan Paspor untuk Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah

Foto: Kemenag Paser Fasilitasi Pembuatan Paspor untuk Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah. Sumber: Istimewa.
Foto: Kemenag Paser Fasilitasi Pembuatan Paspor untuk Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Paser tengah mempersiapkan keberangkatan para marbot dan penjaga rumah ibadah yang terpilih untuk mengikuti program umrah dan wisata religi. Sebanyak 110 marbot muslim dan 19 orang dari kalangan non-muslim dipanggil untuk melengkapi dokumen administrasi, termasuk pembuatan paspor, sebagai langkah awal keberangkatan.

Program ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) yang mengapresiasi pengabdian para penjaga rumah ibadah yang telah melayani lebih dari dua tahun. Para peserta dipersiapkan untuk menjalani perjalanan spiritual ke Tanah Suci maupun ke lokasi religi luar negeri lainnya seperti Yerusalem.

Rahmatiyah, perwakilan dari Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Paser, menjelaskan bahwa paspor menjadi persyaratan utama sebelum peserta menerima layanan vaksinasi sebagai bagian dari persiapan keberangkatan.

“Setelah paspor selesai, akan dilanjutkan dengan pemberian suntik meningitis dan vaksin polio bagi yang muslim. Tapi untuk bisa divaksin, paspor harus sudah ada terlebih dahulu,” jelasnya, Sabtu (2/8/2025).

Proses administrasi ini dijadwalkan berlangsung selama dua pekan ke depan. Paspor yang telah diterbitkan menjadi syarat untuk tahap selanjutnya, yakni proses vaksinasi yang juga akan difasilitasi oleh pihak terkait.

“Biasanya, paspor bisa selesai dalam waktu satu sampai dua minggu. Setelah itu baru peserta bisa mengikuti vaksinasi sebelum diberangkatkan,” tambah Rahmatiyah.

Kartini, salah satu penjaga rumah ibadah dari Gereja Bethel Indonesia di Kabupaten Paser, mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya atas kesempatan langka ini. Ia menjadi satu dari sepuluh orang kristiani yang akan berangkat dalam program wisata religi ke Yerusalem.

“Senang sekali, ini pertama kalinya program dari Gubernur Kaltim memberikan kesempatan seperti ini. Dulu Bupati Paser juga pernah punya program serupa, tapi tidak sebanyak kali ini,” ujarnya.

Mewakili peserta non-muslim lainnya, Kartini berharap program ini dapat terus dilanjutkan dan memberi kesempatan yang merata kepada seluruh penjaga rumah ibadah. Ia menilai program ini bukan hanya sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi motivasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik di lingkungan tempat ibadah masing-masing.

Program wisata religi ini diharapkan dapat memperkuat nilai toleransi dan penghargaan terhadap dedikasi para pelayan tempat ibadah lintas agama di Kabupaten Paser dan Kalimantan Timur secara umum. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *