Loa Lepu Diproyeksikan Jadi Sentra Kuliner UMKM: Sinergi Ekonomi Rakyat dan Wisata Lokal

Foto: anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin. Sumber: Istimewa.
Foto: anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Kawasan Loa Lepu di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kini tengah disoroti sebagai lokasi strategis untuk dikembangkan menjadi sentra kuliner berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Gagasan ini datang dari anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, yang melihat potensi besar kawasan tersebut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat serta memperkuat sektor pariwisata lokal.

Dengan posisi geografis yang berada di jalur lalu lintas padat Jongkang–Loa Lepu, kawasan ini dinilai memiliki daya tarik tersendiri. Menurut Salehuddin, tingginya mobilitas kendaraan yang melewati daerah tersebut bukan sekadar menunjukkan kepadatan, tetapi membuka peluang besar bagi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sektor kuliner.

“Ini bukan hanya titik lalu lintas padat, tapi juga peluang emas untuk membangun sentra kuliner yang mampu menghidupkan UMKM lokal,” ujarnya, Rabu (30/7/2025).

Politisi dari Partai Golkar itu menegaskan pentingnya penataan kawasan secara terpadu dan berkelanjutan. Ia mendorong agar pengembangan pusat kuliner tidak hanya menjadi solusi ekonomi jangka pendek, tetapi juga mampu menghadirkan ruang publik yang inklusif dan nyaman bagi masyarakat.

Menurutnya, jika pengembangan ini terealisasi, dampaknya tidak hanya akan dirasakan oleh pelaku UMKM, tetapi juga akan menciptakan lapangan kerja baru dan membuka peluang pemberdayaan masyarakat yang lebih luas.

“Kita harus bicara lebih dari sekadar berjualan makanan. Ini tentang menciptakan ekosistem ekonomi baru yang tumbuh dari bawah,” tegasnya.

Selain potensi ekonomi, Loa Lepu juga dinilai memiliki daya tarik wisata yang kuat. Dengan lokasinya yang strategis, kawasan ini berpeluang menjadi simpul antara kegiatan ekonomi rakyat dan geliat pariwisata daerah. Salehuddin melihat kemungkinan besar kawasan ini menjadi destinasi persinggahan yang ramai dikunjungi wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.

“Dengan mobilitas warga yang tinggi, kawasan ini berpeluang menjadi penghubung antara sektor ekonomi rakyat dan pariwisata daerah. Jangan sampai momentum ini terlewatkan,” tambahnya.

Untuk merealisasikan gagasan ini, Salehuddin mendorong pemerintah daerah agar segera menyusun kajian dan perencanaan pembangunan yang komprehensif, dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan agar proyek ini benar-benar mampu berjalan secara efektif. Pemerintah desa, kabupaten, hingga provinsi, serta para pelaku UMKM, harus duduk bersama untuk mewujudkan visi bersama ini.

“Ini bukan lagi saatnya sekadar membicarakan potensi. Harus ada langkah konkret. Pengembangan pusat kuliner ini bisa menjadi simbol penguatan ekonomi rakyat sekaligus identitas daerah,” pungkasnya.

Jika dijalankan dengan perencanaan matang dan kerja sama yang kuat, inisiatif ini berpeluang besar mengangkat Loa Lepu sebagai ikon baru kuliner dan ekonomi lokal di Kaltim. (Rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *