Desa Padang Jaya Wakili Kaltim di Lomba Nasional, Tampilkan Inovasi Ketahanan Pangan

Foto : Sawah di Desa Padang Jaya, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser. Sumber : Istimewa.
Foto : Sawah di Desa Padang Jaya, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser. Sumber : Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Desa Padang Jaya di Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, siap tampil mewakili Kalimantan Timur dalam ajang Lomba Desa dan Kelurahan Tangguh Pangan Tingkat Nasional yang mengusung tema “Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas 2025”.

Tahapan awal lomba ini dimulai dengan proses pengumpulan berkas dan administrasi pada 7–11 Juli 2025. Dari seluruh peserta, nantinya akan disaring menjadi lima desa atau kelurahan terbaik yang berhak melaju ke tahap berikutnya.

Camat Kuaro, Finandar Astaman, menyampaikan bahwa Desa Padang Jaya memiliki sejumlah inovasi unggulan yang menjadi andalan dalam lomba, khususnya di sektor ketahanan pangan.

“Di sana ada kebun desa yang dikelola secara terintegrasi. Ada kandang ayam, kolam ikan, serta budidaya tanaman seperti alpukat dan klengkeng. Ini semua jadi satu kesatuan yang saling mendukung,” kata Finandar, kepada awak media, Minggu (6/7/2025).

Tak hanya dari sisi desa, penilaian juga mencakup keterlibatan pemerintah di tingkat kecamatan dan kabupaten. Untuk itu, sinergi antarlembaga menjadi kunci keberhasilan.

“Program klengkeng ini juga sejalan dengan program ‘Paser Berbuah’ dari Pak Bupati. Jadi bukan hanya desa yang dinilai, tetapi bagaimana dukungan dari kecamatan dan kabupaten juga ikut diperhatikan,” tambahnya.

Finandar mengapresiasi perhatian Bupati Paser, Fahmi Fadli, yang menurutnya telah memberikan dukungan signifikan bagi pengembangan desa-desa di wilayah Kuaro.

“Pemkab kita sangat mendukung pengembangan desa. Selain Padang Jaya, misalnya, Desa Klempang Sari juga menerima bantuan berupa kandang ayam pedaging. Ini bentuk perhatian yang luar biasa terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Lebih menarik lagi, buah klengkeng kini telah menjadi maskot Kecamatan Kuaro. Bahkan, motif batik bertema klengkeng telah dikembangkan sebagai bagian dari identitas lokal.

“Klengkeng sudah menjadi city branding kami. Slogan kami: ‘Ingat Kuaro, Ingat Klengkeng’. Batik dengan motif buah klengkeng juga akan ditampilkan dalam lomba, sebagai nilai tambah dari aspek budaya dan kreativitas desa,” terang Finandar.

Salah satu poin penilaian penting lainnya berasal dari kinerja BUMDes Desa Padang Jaya, yang dinilai berhasil. Salah satu usahanya yakni peternakan ayam pedaging, yang tengah dijajaki kerjasama dengan PTMSJ, dan mendapat dukungan fasilitas dari Dinas Peternakan dan Perkebunan.

Dengan berbagai inovasi unggulan yang telah dijalankan, Finandar optimistis bahwa Desa Padang Jaya mampu meraih juara pertama dalam lomba desa tingkat nasional tahun ini. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *