Ubah Kacang Mentah Jadi Siap Konsumsi, Porgram Desa BRILian Lakukan Pembinaan Khusus di Desa Nepo

Jakarta, Kaltimedia.com – Komoditi kacang di Desa Nepo, Kecamatan Malusetasi, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan, yang hanya memiliki nilai rendah, kini menjadi nilai jual yang tinggi.

Hal itu berkat adanya program Desa BRILian dari Bank BRI yang memberikan pelatihan khusus serta membantu dalam kemasan hingga mampu bersaing di pasaran dan jangkauan penjualan yang luas.

Suparman salah satu pengusaha UMKM di Desa Nepo mengatakan kepada Kaltimedia.com,  hadirnya program Desa BRLian memberikan dampak yang positif bagi perkembangan usaha. Khususnya dalam pengolahan kacang.

“Kami diberikan pelatihan khusus dari BRI dan kolaborasi dengan Politeknik Pariwisata dalam membantu peningkatan kualitas produk,” katanya, Selasa (26/11/2024).

Dimana pihaknya diberikan pembekalan dan inovasi dalam pengolahan kacang, terutama pada aspek rasa, pengemasan dan bersaing secara sehat di pasar.

“Untuk pemasaran di toko lokal dan supermarket, sekarang semakin mudah dengan QRIS,” ungkapnya.

Kemudian, ia menambahkan, pemanfaatan teknologi seperti transaksi non tunai mempermudah dan lebih cepat para konsumen dalam berbelanja.

Saat ini, Kacang Nepo yang telah menghasilkan pendapatan hingga belasan juta per bulan, dan  menjadi sumber pendapatan utama bagi Suparman dan beberapa warga yang ia pekerjakan.

Ditempat terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari manambahkan komitmen BRI sebagai bank yang memiliki interest UMKM tidak hanya terbatas sebagau lembaga keuangan saja, tetapi adanya program-program pemberdayaan kepada masyarakat untuk memberikan pembinaan dalam mengangkat potensi di daerah sekitar.

“Peran BRI tidak terbatas sebagai lembaga intermediary keuangan, yang memberikan value secara ekonomi namun juga memberikan social value berupa aksi pemberdayaan baik kepada individu pelaku usaha maupun pemberdayaan lembaga desa,” tambahnya.

Tak hanya sampai disitu saja, pemberdayaan yang dilakukan memiliki sejumlah rintangan yang berbeda di setiap wilayahnya. Sehingga perlu adanya perhatian dan pendekatan secara khusus kepada masyarakat.

“Perkembangan desa di Indonesia masih belum merata, sehingga ini jadi tantangan kita bersama dalam menjalankan program-program pemberdayaan desa. Salah satu wadah yang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh desa-desa beserta seluruh UMKM yang ada didalamnya yang pada akhirnya mampu mendorong kemajuan desa-desa di Indonesia,” pungkasnya (Ang).

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *