Bapenda PPU Nilai Sektor Walet dan BPHTB Dinilai Jadi Tantangan Berat Penerimaan Pajak

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) PPU, Hadi Saputro

PENAJAM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat Realisasi pendapatan pajak saat ini telah mencapai hingga 60 persen sekitar Rp28 miliar dari 11 objek pajak yang dikelola dengan target Rp48 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) PPU, Hadi Saputro menemukan beberapa hambatan saat mencapai realisasi pajak tersebut. Hambatan yang ditemukan antara lain pajak sektor walet dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Kedua poin ini dinilai menjadi sorotan Bapenda terkait kendala realiasasi pajak saat ini. Bahkan pajak sektor walet dinilainya menurun dalam beberapa waktu terakhir.

“Kalau yang lain kita harap bisa tercapai, namun untuk di dua poin ini tantangannya agak berat,” ujar Hadi beberapa saat lalu.

Menurutnya, penurunan pendapatan dari sektor perwaletan disebabkan oleh migrasi burung walet yang mengakibatkan rendahnya produksi sarang walet.

Sementara itu, target untuk pendapatan dari Pajak BPHTB juga diprediksi tidak akan tercapai sesuai harapan.

“Hasil rapat kemarin juga memang ekspektasi kita dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) bisa menaikkan BPHTB, harapannya itu. Ternyata di sana insentif terhadap investasi ini luar biasa,” terangnya.

Hal ini dikarenakan adanya insentif pajak bagi investasi di IKN yang membuat banyak investor mendapatkan pembebasan BPHTB.

Yang disebutkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2024 didalam pasal 25 ayat 7 bahwa insentif pelaku usaha dibebaskan BPHTB sebagai upaya percepatan pembangunan IKN.

“Kalau kemarin itu tidak nol persen, pasti capaiannya sungguh sangat luar biasa,” ungkapnya.

Walaupun begitu, Hadi menambahkan bahwa Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dinilai cukup membantu dalam meningkatkan pendapatan dari sektor BPHTB.

Namun, program ini dinilai masih berskala kecil dan belum mampu menjangkau seluruh masyarakat.

“Saya rasa perlu nanti ke depannya, untuk memberikan himbauan kepada masyarakat atau pelaku usaha yang sudah membeli lahan-lahan masyarakat untuk segera mendaftarkan kepemilikannya,” tegasnya.

Meskipun menghadapi tantangan, Hadi menegaskan, pihaknya akan tetap optimis bahwa target pendapatan pajak daerah tahun ini dapat tercapai.

“Rapat evaluasi kinerja kami di Bapenda itu setiap minggu. Membahas kiat-kiatnya dengan melihat masalah-masalah yang dihadapi dan kita evaluasi,” pungkasnya. (advertorial)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *