
SAMARINDA – Belum lama ini seluruh KONI di daerah mengikuti agenda Cheif de Mission (CdM) Meeting di dua tempat tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21, yakni di Aceh dan Sumatera utara (Sumut) tepatnya di Medan.
Salah satunya rombongan KONI Kaltim yang ikut menghadiri, di pimpin oleh Rusdiansyah Aras sebagai Ketua Umum. Dalam agenda yang dilaksanakan secara terpisah di kedua daerah tersebut, masing-masing memaparkan persiapannya sebagai tuan rumah edisi kali ini.
Namun setelah melihat persiapan, adanya beberapa venue cabor yang nantinya akan pindah tempat.
Seperti yang di jelaskan Komandan Pelatda KONI Kaltim, Ego Arifin, bahwa pemindahan venue ini dikarenakan tidak sesuai target, sehingga PB PON dan daerah lain sepakat untuk memindah venue cabor tersebut.
“Jadi teman-teman PB PON Aceh dan Medan sudah menghitung bahwa cabor-cabor yang rencananya akan ditandingkan di venue A, kan venue ada yang di bangun dan rehab. Sudah dihitung pada saat hari H tidak akan selesai sehingga diputuskan di pindah venuenya,” kata Ego Arifin.
Menurutnya tidak ada masalah jika di pindahkan, sebab seluruh KONI daerah menyepakati adanya hal tersebut.
“Dengan pindahnya itu kita lebih bagus konsentrasi, kalau sebelumnya masih rencana rancangan dan sekarang ini sudah ada kepastian sudah di putuskan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ego yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I KONI Kaltim menerangkan, bahwa tidak ada dampak negatif terhadap kontingen Benua Etam dalam menghadapi PON terkait pemindahan venue cabor.
Bahkan menurutnya bagus diketahui sedari sekarang, karena seluruh atlet kini masih fokus menjalani program pemusatan.
“Dampaknya belum ada. Sebab, awalnya kan kita belum tau juga. Justru malah bagus kita tau jauh-jauh hari, sehingga dapat berkordinasi dengan teman-teman lain bahwa kondisi venuenya begitu,” ujar Ego Arifin.
KONI Kaltim dalam waktu dekat ini juga akan menghadiri kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat bersama KONI seluruh provinsi, di mana nantinya terkait persiapan venue PON akan kembali dibahas, sekaligus program Tahun 2025 mendatang. (Dy)





