
KALTIMEDIA.COM, SAMARINDA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda melakukan demonstrasi di gedung DPRD Samarinda, pada Kamis, (7/3/2024) lalu.
Dengan membawa beberapa tuntutan, di antaranya terkait permasalahan sampah, parkir, dan kemiskinan ekstrem.
Selanjutnya, DPRD Samarinda menindaklanjuti hal tersebut dengan memanggil Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Kadinsos PM) untuk membahas kemiskinan ekstrem.
Kadinsos PM, Isfihani, menanggapi hal tersebut dan menyatakan bahwa telah ada upaya konkret dari pihaknya yang disampaikan dalam agenda tersebut pada Senin, (18/3/2024) lalu.
Menyikapi aksi demo tersebut, ia mengatakan bahwa persoalan kemiskinan ekstrim memang tidak dapat diselesaikan dengan mudah.
Dalam upaya meringankan beban pengeluaran bagi kelompok terdampak, Ishifani menuturkan, jika Dinas Sosial telah menerapkan tiga strategi.
“Yakni termasuk pemberian sembako, peningkatan keterampilan melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD),
serta program pengurangan kantong-kantong kemiskinan di berbagai wilayah Samarinda,” jelasnya.
Ia menuturkan, bahwa untuk daerah Samarinda Ulu, Samarinda Utara, dan Sambutan telah dilakukan bedah rumah dan beberapa program lainnya.
“Hanya memang, mereka belum maksimal mungkin ya. Nanti semoga setelah ada ini (program pemerintah 2024) bisa dimaksimalkan,” Harapnya.
Ia memastikan, bahwa berbagai strategi telah diterapkan untuk mengurangi beban pengeluaran mereka yang terdampak.
“Termasuk melalui program bantuan sosial (bansos) dan pelatihan keterampilan,” terangnya.
Lebih lanjut, Dinas sosial juga akan memberikan bansos berupa sembako kepada 1.400 KK untuk tahun 2024.
“Nah ini salah satu program yang akan kami jalankan selama 10 bulan,” pungkasnya. (As)



