
SAMARINDA – Belum lama ini salah satu atlet Catur Kalimantan Timur (Kaltim), Chelsie Monica Ignesias Sihite, melakukan test kesehatan di Gedung belakang Kantor KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda.
Chelsie sendiri merupakan satu-satunya Pecatur Benua Etam yang mampu meraih tiket kelolosan pada ajang babak kualifikasi (BK) PON 2023 lalu. Di mana test kesehatan yang dilakukan ini awal sebagai bentuk keseriusan Chelsei untuk mempersiapkan diri dengan baik.
Pelatih Catur Kaltim, Yuliana Santosa yang turut mendapingi atletnya itu menerangkan bahwa awalnya Chelsie dijadwalkan akhir Januari, namun dikarenakan adanya agenda diluar sehingga baru ini bisa melaksanakan tahapan dari program KONI Kaltim tersebut.
Pengunduran jadwal tersebut sudah sesuai dengan aturan, yakni Pengprov Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kaltim bersurat ke KONI dan telah disetujui.
Yuli mengatakan jika Ia bersama Chelsie menyempatkan diri untuk bertemu dengan Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras guna meminta arahan serta motivasi agar bisa sukses meraih prestasi di PON Aceh dab Sumut mendatang.
“Permintaannya ditanggapi positif oleh Pak Ketua. Chelsie bermohon dukungan peralatan latihan,” ucap Yuli.
Pada PON edisi ke-21 ini, Chelsie berperan penting mewakili cabornya untuk meraih hasil maksimal pada PON 2024 nanti. Untuk itu, pasca BK PON, perempuan kelahiran Balikpapan itu memusatkan latihannya di Jakarta.
“Karena ada program dari pelatnas (pemusatan latihan nasional) yang terus berjalan. Itu dia manfaatkan untuk mengasah kemampuannya,” katanya.
Lebih lanjut, mengenai peta persaingan di PON 2024 nanti, Yuli menyebutkan sektor putri tidak banyak mengalami perubahan. Mengingat atlet yang akan bersaing di PON nanti, sudah semuanya tampil di Pra PON 2023 lalu.
Seperti Irene Sukandar dari Jawa Barat masih akan menjadi rival terberat, kemudian Ummi Fisabilillah dari DKI Jakarta sesama atlet Pelatnas yang akan menjadi lawan Chelsie.
“Kalau dibandingkan dari edisi Papua, perubahan terjadi di Jakarta. Bila sebelumnya di perorangan mereka mengandalkan Theodora Walukow, kini yang bersangkutan bermain di nomor beregu. Nah, Ummi ini sebelumnya bermain di beregu. Jadi mereka bertukar posisi,” ujar Yuli menerangkan.
Perlu diketahui, Chelsie merupakan pecatur andalan Benua Etam, di mana pada PON Jabar 2016 lalu dirinya mampu mengantongi 3 keping perunggu. Pada edisi berikutnya di Papua 2021, Chelsie merebut 2 emas dan 1 perak. (Dy)



