Koni Kaltim Gelar Rakor Bersama 9 Pengurus Koni Kabupaten Kota, Bahas Persiapan PON dan Porprov

KONI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), pada Rabu (31/01/2024) telah menggelar rapat koordinasi bersama 9 KONI kabupaten/kota, minus Mahulu yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai II KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda.

SAMARINDA – KONI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), pada Rabu (31/01/2024) telah menggelar rapat koordinasi bersama 9 KONI kabupaten/kota, minus Mahulu yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai II KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda.

Dalam Rakor tersebut membahas 2 agenda besar yakni menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 di Aceh dan Sumut, kemudian regulasi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-8 di Kabupaten Paser pada 2026 mendatang

Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras mengharapkan multi event 4 tahunan di Kaltim ini bisa berjalan lebih baik dari Porprov sevelumnya.

“Artinya lebih baik dari Porprov sebelumnya, bukan berkaca dari Berau. Karena itu kita kumpul bersama untuk merumuskan yang terbaik,” ucap Rusdiansyah Aras.

Apalagi rapat ini terfokus pada regulasi soal mutasi atlet, yang sangat diharapkan sesuai dengan aturan, dan bisa membela Kaltim saat ada event nasional seperti PON nanti.

“Artinya atlet yang berjuang ke masing-masing daerah bisa melalui prosedur mutasi yang benar sehingga bisa bermain di Kabupaten/kota yang daftarkan untuk memperjuangkan daerahnya,” katanya.

Lebih lanjut, Rusdi juga menyampaikan bahwa kabupaten/kota lainnya yang tidak memiliki banyak cabor agar bisa ikut ambil bagian dari 54 cabor yang dipertandingkan di Paser nanti.

Di mana seperti biasanya kabupaten Mahulu yang hanya mengirimkan tidak banyak atlet.

“Harapan kita bahwa yang dipertandingkan di Paser sebanyak 54 cabor, tentu harapan kita kepada kawan-kawan yang di Mahulu, Kubar, PPU, kalau cabornya ada yang tidak mencukupi sama seperti Kaltim 68 cabor, kalau yang di Mahulu mungkin 9 cabor, maksud saya yang 9 itu dipertandingkan di 54,” ujarnya Rusdi.

Ia pun menegaskan bahwa hal itu harus dihindari dari sekarang dan dibahas melalui Rakor.

“Jangan sampai itu Mahulu cuma kebagian 4 karena tidak dipertandingkan,” katanya menegaskan.

Rusdiansyah Aras berterimakasih kepada KONI daerah yang menyumbangkan beberapa atletnya untuk berlaga di PON nanti, sehingga fokus untuk Porprov mendatang soal mutasi atlet diharapkan bisa berjalan secara sah dan prosedur yang benar. (Dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *